Riset Pemasaran Adalah

Diposting pada

Pengertian Riset Pemasaran

Riset Pemasaran Adalah – Pengertian, Klasifikasi, Tujuan, Proses – Riset pemasaran adalah desain pengumpulan, analisis dan pelaporan yang sistematis atas data dan segala penemuan yang relevan dengan situasi pemasaran tertentu yang dihadapi perusahaan.


Riset Pemasaran  ( Marketing Research ) adalah salah satu kegiatan penelitian di bidang pemasaran yang dilakukan secara sistematis mulai dari perumusan masalah, tujuan penelitian, pengumpulan data, pengolahan data, dan interprestasi hasil penelitian.Riset pemasaran dapat membantu para eksekutif pemasaran dalam menghadapi persaingan yang semakin ketat.


Agar hasil yang dicapai sesuai dengan kenyataan di lapangan, maka sebaliknya proses ridet pasar dilakukan melalui proses yang sistematis dan sesuai dengan aturan serta dilaksanakan secara sungguh-sungguh. Dalam pelaksanaan riset pasar perlu dilakukan melalui tahapan tertentu. Adapun proses dari riset pemasaran tersebut adalah sebagai berikut :

riset-pemasaran-adalah


  1. Menetapkan masalah yang dihadapi dan tujuan pemasaran yang akan dijalankan oleh bank nantinya. Maksudnya untuk tahap awal fokuskan kepada permasalahan yang dihadapi oleh perusahaan baik secara umum maupun spesifik. Kemudian baru ditetapkan tujuan pemasaran yang akan dijalankan berdasarkan permasalahan yang dihadapi.
  2. Mengembangkan rencana riset yang akan dilakukan dengan cara :
  • Menemukan kebutuhan informasi yang spesifik sebagai bahan masukan dalam melakukan riset pasar.
  • Mengumpulkan informasi sekunder melalui sumber internal, publikasi pemerintah. Majala, buku-buku dan data komersil.
  • Mengumpulkan informasi primer (melalui wawancara, observasi dan kuisioner)

  1. Mengimplementasikan dan melaksanakan rencana dan tahapan riset yang telah disusun secara sistematis.
  2. Menginterpretasikan dan melaporkan hasil riset yang telah dilaksanakan. Data-data yang telah dikumpulkan siinterpretasikan untuk kemudian dilaporkan kepada unit yang membutuhkan.
  3. Analisis informasi yang sudah diperoleh dengan berbagai metode analisis baik empiris kuantitatif maupun kualitatif.
  4. Mendistribusikan informasi yang telah diolah dan dianalisis kepada berbagai pihak atau unit kerja yang berkepentinggan terhadap hasil riset yang telah dilakukan. Sehingga hasil informasi tersebut berguna bagi pengambilan keputusan di unit kerja yang bersangkutan.

Artikel Lain : Pengertian Inflasi Dan Penyebabnya Menurut Para Ahli


Klasifikasi Riset Pemasaran

Menurut Maholtra dalam Simamora, (2004:51) dikatakan bahwa riset pemasaran dibagi ke dalam dua kategori yaitu riset identifikasi masalah (problem identification research) dan riset mengatasi masalah (problem solving research).

  1. Problem identification research bertujuan untuk mengidentifikasi masalah yang telah muncul atau yang akan muncul dimasa depan, misalnya identifikasi mengenai kepuasan konsumen, pangsa pasar, citra merek, karakteristik pasar dan persaingan, dan penjualan dan peramaan pasar.
  2. Problem solving research bertujuan untuk mengidentifikasi masalah dan merumuskan pemecahan masalahnya, semua data dan informasi digunakan untuk memecakan masalah yang ada pada perusahaan.
Baca Juga :  Penyebab Inflasi

Secara lebih rinci keduanya dapat diperbandingkan dalam tabel sebagai berikut:

Menurut Sunarta (2007:1) Riset pemasaran memainkan dua peranan kunci dalam sistem pemasaran. Pertama, riset tersebut merupakan bagian dari proses umpan balik intelijen pemasaran,  yang menyediakan data-data tentang keefektifan bauran pemasaran saat ini dan memberikan wawasan untuk perubahan yang diperlukan kepada para pengambil  keputusan. Kedua, riset pemasaran merupakan alat utama dalam menelusuri peluang  baru di pasaran. Riset segmentasi dan riset produk baru membantu mengidentifikasi  peluang yang paling menguntungkan bagi manajer pemasaran.


Tujuan Riset Pemasaran

Adapun tujuan individu atau organisasi melakukan riset untuk tiga tujuan dasar :

  1. Untuk mempengaruhi atau membujuk audiensi
  2. Untuk membuat inovasi baru
  3. Untuk memahami atau memprediksi perilaku manusia atau fenomena.

Adapun tujuan khusus riset pemasaran yaitu :

  • Mendapatkan informasi yang akurat sehingga dapat menjelaskan secara obyektif kenyataan yang ada.
  • Bebas dari pengaruh keinginan pribadi.

Disamping tujuan-tujuan seperti di atas, riset juga mempunyai manfaat/kegunaan yang dapat diambil baik bagi dunia ilmu pengetahuan, perusahaan, organisasi, lembaga, maupun bagi pihak-pihak tertentu termasuk di dalamnya bagi peneliti itu sendiri. Dalam konteks riset pemasaran yang dilakukan oleh perusahaan/industri, riset pemasaran dilakukan karena adanya kompetisi/persaingan pasar dan adanya pengaduan konsumen atas barang yang dihasilkan.


Artikel Lain : Pengertian Manajemen Produksi Dan Contoh, Fungsi, Tujuan Serta Aspeknya


Proses Riset Pemasaran

  • Menetapkan Masalah dan Tujuan Riset

Hal pertama kali yang harus dilakukan untuk menjalankan riset pemasaran adalah merumuskan masalah. Proses perumusan masalah ini sangat penting untuk dilakukan agar kita mengerti betul dengan tujuan yang akan dicapai setelah riset selesai.


Pada dasarnya riset disusun untuk menghasilkan informasi yang akurat dan jelas sebagai kesimpulan atas permasalahan yang sedang kita hadapi dalam bisnis. Misalnya permasalahan kita adalah ingin menentukan besarnya biaya yang akan digunakan untuk promosi atau iklan. Perumusan masalahnya adalah bagaimana cara mengetahui besarnya biaya yang diperlukan. Sedangkan kesimpulan yang akan didapat adalah dalam bentuk kisaran nilai dari biaya promosi yang paling ideal.


  • Mengembangkan Rencana Riset

Tahap kedua rencana riset adalah dimana kita mengembangkan rencana paling efektif untuk mengumpulkan informasi yang diperlukan dan berapa biayanya.  Untuk merancang rencana riset kita harus mengambil keputusan tentangsumber data, pendekatan riset, instrument riset, rencana pengambilan sampel, dan metode kontrak.  Perlu juga perencanaan mengenai bagaimana sumber data diperoleh, apakah menggunakan sumber data primer atau sekunder.

Baca Juga :  Pengertian Goodwill Dalam Ekonomi Bisnis & (Negatif) Serta Contohnya

  • Sumber data terdiri dari data sekunder dan data primer, data sekunder adalah data yang dikumpulkan untuk tujuan lain dan sudah ada di suatu Data primer adalah data baru yang dikumpulkan untuk tujuan tertentu atau untuk proyek riset tertentu.
  • Pendekatan riset pemasar mengumpulkan data primer dengan lima cara :
  1. Riset observasi : mengumpulkan data baru dengan meneliti perilaku dan setting yang relevan, diam-diam meneliti ketika mereka berbelanja atau sedang mengkonsumsi produk
  2. Kelompok fokus : sebuah perkumpulan yang terdiri dari 5-10 orang yang dipilih secara teliti oleh periset berdasar demografis, psikografis, atau pertimbangan lain.
  3. Survey : untuk mempelajari pengetahuan, kepercayaan, preferensi, dan kepuasan masyarakat dan mengukur berbagai besaran ini dalam populasi umum
  4. Data perilaku : melihat dari perilaku seseorang secara tentang apa saja yang akan di riset.
  5. Pengalaman : riset ini dirancang untuk menangkap sebab akibat dengan menghilangkan berbagai penjelasan tentang temuan yang diteliti.

  • Instrument riset mempunyai tiga pilihan instrumen riset utama dalam mengumpulkan data primer: kuesioner, pengukuran kualitatif, dan peralatan teknologi.
  1. Kuesioner: terdiri dari pertanyaan yang diajukan kepada responden. Bentuk, kata-kata, dan urutan pertanyaan akan mempengaruhi respons.
  2. Pengukuran Kualitatif: merupakan pendekatan penelitian yang relatif tidak terstruktur, yang memperbolehkan adanya rentang kemungkinan respon.
  3. Peralatan Teknologi : peralatan teknologi terkadang berguna dalam riset pemasaran. Galvanometer dapat mengukur minat atau emosi yang timbul akibat paparan iklan atau gambar tertentu. Tachitoskop memancarkan sebuah iklan kepada subjek dengan interval paparan yang dapat berkisar dari seperseratus detik atau kurang sampai beberapa detik.

  • Rencana pengambilan sampel setelah memutuskan pendekatan dan instrument riset, periset pemasaran harus merancang rencana pengambilan sampel, hal ini membutuhkan tiga keputusan :
  1. Unit pengambilan sampel : siapa yang harus kita survey ?
  2. Ukuran sampel : berapa banyak orang yang harus kita survey ?
  3. Prosedur pengambilan sampel: bagaimana kita harus memilih responden ?

  • Metode kontak periset pasar harus memutuskan bagaimana ia akan menghubungi subjek yaitu melalui :
    • Kuesioner Surat : cara terbaik untuk menjangkau orang yang tidak mau memberikan wawancara pribadi, kuesioner memerlukan pertanyaan dengan kata-kata sederhana dan jelas. Kekurangannya, tingkat responnya lambat.
    • Wawancara Telepon : dapat mengumpulkan informasi dengan cepat, pewawancara juga bisa mengklarifikasi pertanyaan jika responden tidak mengerti.
    • Wawancara Pribadi : pewawancara dapat mengajukan banyak pertanyaan dan mencatat observasi tambahan tentang responden. Namun wawancara pribadi merupakan metode yang paling mahal, karena memerlukan lebih banyak perencanaan dan pengwasan administratif. Wawancara pribadi ada dua bentuk yaitu wawancara yang diatur dan wawancara dengan mencegat.
    • Wawancara Online : perusahaan dapat mencantumkan kuesioner dalam situs webnya dengan berbagai cara dan menawarkan insentif untuk menjawabnya.
Baca Juga :  Kendala Dalam Berwirausaha

Artikel Lain : Pengertian Goodwill Dalam Ekonomi Bisnis & (Negatif) Serta Contohnya


  • Mengumpulkan Informasi

Fase pengumpulan data riset pemasaran biasanya adalah fase termahal dan paling cenderung mengandung kesalahan. Ada empat masalah utama yang timbul dalam survey  yaitu :

  • Beberapa responden tidak berada dirumah dan harus dihubungi kembali atau diganti
  • Responden menolak untuk kerjasama
  • Responden lainnya tidak menjawab dengan jujur atau biasa saja
  • Pewancara mungkin biasa saja atau tidak jujur.

  • Menganalisis Informasi

Satu langkah sebelum langkah terakhir adalah penyimpulan temuan dengan mentabulasikan data dan memgembangkan distribusi frekuensi. Sekarang periset menghitung rata-rata dan mengukur dispersi variabel-variabel utama dan menerapkan beberapa teknik statistik canggih dan model keputusan dengan harapan menemukan temuan tambahan.

Periset dapat menguji berbagai hipotesis dan teori, juga menerapakan analisis sensitivitas untuk menguji asumsi dan kekuatan kesimpulan.


  • Mempresentasikan temuan

Periset mempresentasikan temuan yang relevan dengan keputusan pemasaran utama yang dihadapi manajemen. Periset semakin dituntut untuk memainkan peran konsultan yang lebih proaktif dalam menerjemahkan data dan informasi menjadi pandangan dan rekomendasi.


  • Mengambil Keputusan

Pengambilan keputusan adalah proses memilih prosedur tertentu dari berbagai kemungkinan alternatif. Pengambilan keputusan senantiasa berkaitan dengan sebuah problem dan ingin dicapai suatu pemecahan. Secara harfiah pengambilan keputusan berarti memotong atau memutuskan atau secara praktis mencapai suatu kesimpulan (Winardi, 1986 : 11).


Langkah-langkah  dalam pengambilan keputusan cukup jelas dan mudah diikut.  Begitu tujuan dan permasalahan diketahui dengan jelas, maka langkah pertama ialah mengidentifikasi beberapa langkah yang diikuti. Langkah kedua ialah memilih salah satu alternatif yang nampaknya terbaik yang berhubungan dengan tujuan dan permasalahan yang dihadapi.


Artikel Lain :  Pembangunan Nasional Indonesia Pada Masa Orde Baru Lengkap


Demikian penjelasan artikel diatas tentang Riset Pemasaran Adalah – Pengertian, Klasifikasi, Tujuan, Proses semoga bisa bermanfaat bagi pembaca setia Pensil.Co.Id