Peninggalan Kerajaan Sriwijaya

Diposting pada

Sejarah Berdirinya Kerajaan Sriwijaya

Sejarah Berdirinya Kerajaan Sriwijaya

Kerajaan Sriwijaya – Sejarah, Peninggalan, Kejayaan & LetaknyaPensil.Co.Id– Sejarah Kerajaan Sriwijaya tidak asing lagi kita dengar, karena semakin terkenal hingga generasi sekarang sampai masa kejayaannya yang sangat luar biasa pada abad sekitar 9 sampai dengan 10 Masehi.


Kerajaan Sriwijaya pada masa itu diketahui telah menguasai jalur perdagangan melalui laut atau maritim di wilayah Asia Tenggara. Dalam bidang maritim, Kerajaan Sriwijaya telah berhasil melakukan kolonisasi dengan hampir ke semua kerajaan-kerajaan besar yang ada di Asia Tenggara.


Berdirinya Kerajaan Sriwijaya

Kerajaan Sriwijaya adalah kerajaan Melayu kuno yang berada di pulau Sumatra yang berpengaruh di kepulauan Nusantara. Dalam bahasa Sangsekerta, nama dari Kerajaan Sriwijaya berasal dari kata “sri” yang artinya bercahaya, dan “wijaya” yang berarti kemenangan.Dan di lain sisi sejarah Kerajaan Sriwijaya sendiri tidak banyak yang menerangkan kapan sebenarnya kerajaan ini berdiri.Karena ada bukti tertua justru berasal dari Cina.


Dan pada tahun 682 M, ada seorang pendeta yang datang ke sriwijaya yangberasal Tiongkok bernama I-Tsingingin yang mendalami agama Budha di wilayah India, lalu beliau singgah untuk mempelajari bahasa Sansekerta di Sriwijaya. Pada masa itu, tercatat pula bahwa kerajaan Sriwijaya sudah dikuasai oleh Dapunta Hyang. Selain dari berita dari Cina, ada juga bukti keberadaan Sriwijaya juga tertulis dalam beberapa prasasti. Salah satunya yaitu Peninggalan Prasasti di Palembang yakni prasasti Kedukan Bukit (605S/683M).


Dalam prasasti itu diketahui bahwa Dapunta Hyang telah melakukan ekspansi selama 8 hari dengan mengikutsertakan 20.000 tentara dan mereka berhasil menguasai dan menaklukan beberapa daerah itu.Mulai dari situ kemenangan tersebut, kerajaan Sriwijaya semakin mengalami kemakmur dan sejahtera. Jika melihat bukti dari Cina dan prasasti di Palembang tersebut, para ahli menyimpulkan bahwa raja pertama Kerajaan Sriwijaya adalah Dapunta Hyang, dan kerajaan ini mulai berdiri sekitar abad ke-7.

Baca Juga :  Masa Mejayaan Kerajaan Sriwijaya

Baca Artikel Lainnya : Sumber Sejarah Kerajaan Tarumanegara Beserta Isinya Lengkap


Masa Kejayaan Kerajaan Sriwijaya

Pada masa kejayaan Kerajaan Sriwijaya sangat menjadi pengendali rute perdagangan lokal yang dimana waktu itu seluruh kapal yang melewati akan dikenakan bea cukai oleh kerajaan sriwijaya. Danmereka juga berhasil mengumpulkan kekayaan mereka dari gudang perdagangan serta melalui jasa pelabuhan yang ada di sriwijaya.tapi sayangnya, pada masa kejayaan Kerajaan Sriwijaya harus berakhir sekitar tahun 1007 dan 1023 Masehi.


Yaitu bermula ketika Raja Rajendra Chola, seorang penguasa Kerajaan Cholamandala berhasil menyerang Sriwijaya dan berhasil merebut bandar-bandar kota Sriwijaya. Pada waktu Terjadinya penyerangan itu karena kedua kerajaan ini saling bersaing pada bidang pelayaran serta perdagangan. Kerajaan Cholamandala bukan berniat untuk menjajah, tetapi ingin meruntuhkan armada kerajaan itu. akibatnya membuat kondisi ekonomi pada saat itu melemah serta berkurangnya pedagang.


Letak Geografis Kerajaan Sriwijaya

Letak Geografis Kerajaan Sriwijaya

Mengapa Kerajaan Sriwijaya bisa dikatakan cepat berkembang menjadi kerajaan yang kuat dan besar terutama dalam bidang maritim? Karena secara geografis, Pelembang merupakan daerah yang sangat strategis, terutama keberadaan sungai Musi yang menghubungkan antara daerah pedalaman Pulau Sumatra. Dari pulau-pulau yang terletak di depan muara sungai Musi sangat berguna sebagai pelindung pelabuhan sehingga dari keadaan ini sangat tepat untuk kegiatan pemerintahan dan pertahanan Kerajaan Sriwijaya.


Di bagian pantai timur Sumatra merupakan daerah yang menjadi persimpangan lalu lintas pelayaran internasional hingga sekarang. Akibat runtuhnya kerajaan Funan di Vietnam karena serangan Kamboja. Dari sisi lain Sriwijaya berkembang cepat sebagai negara Maritim. Sriwijaya memiliki berbagai kemampuan, terutama untuk kegiatan pelayaran dan perdagangan. Misalnya beberapa sungai yang besar, perairan laut yang cukup tenang, dan penduduk yang berbakat seperti pelaut ulung.

Baca Artikel Lainnya : Pengaruh Pergerakan PPPKI Pada Pergerakan Nasional Indonesia


Kehidupan Pemerintahan Kerajaan Sriwijaya

Kehidupan Perekonomian Kerajaan Sriwijaya

Dalam kehidupan Pemerintahan kerajaan Sriwijaaya ada seorang Raja yang sangat terkenal dari Kerajaan Sriwijaya adalah Balaputradewa. Ia memerintah sekitar abad ke-9. Pada masa pemerintahannya, Sriwijaya mulai berkembang pesat menjadi kerajaan yang besar dan menjadi pusat agama Budha di Asia Tenggara.

Baca Juga :  Sumber Sejarah Kerajaan Tarumanegara Beserta Isinya Lengkap

Kerajaan ini menjalin hubungan dekat dengan kerajaan-kerajaan di India seperti Nalanda dan Cola. Balaputradewa adalah seorang keturunan dari dinasti Syailendra, yakni putra dari Raja Samaratungga dengan Dewi Tara dari Sriwijaya. Dari keterangan tersebut diketahui dari Prasasti Nalanda.Dan pada masa Raja Sri Sudamaniwarmadewa memerintah, Sriwijaya pernah mendapat serangan dari raja Darmawangsa dari Jawa Timur. Dari penyerangan tersebut, Sri Sudaniwarmadewa digantikan oleh putranya yang bernama Marawijayottunggawarman.


Untuk mengendalikan daerah kekuasaannya yang sangat luas dan berjauhan, pemerintah Kerajaan Sriwijaya memercayakan kepengurusan setiap daerah kepada seorang rakryan (wakil raja di daerah). Dalam tersebut Sriwijaya sudah mengenal struktur pemerintahan yang sangat bagus.


Raja Kerajaan Sriwijaya

Berikut ini merupakan Raja Kerajaan Sriwijaya yang terkenal:

  • Raja Daputra Hyang
  • Raja Dharmasetu
  • Raja Balaputradewa
  • Raja Sri Sudamaniwarmadewa
  • Raja Sanggrama Wijayattunggawarman

Kehidupan Perekonomian Kerajaan Sriwijaya

Kerajaan Sriwijaya Merupakan kerajaan maritim yang saat itu mengandalkan perekonomiannya pada kegiatan perdagangan dan hasil-hasil laut. Letak geografis dan keadaan Sriwijaya yang strategis sangat mendukung perdagangan menjadi berkembang pesat pada masa itu. Dari perkembangan itu Sriwijaya sebagai pusat perdagangan, dan memberikan kemakmuran bagi rakyat dan negara Sriwijaya.


Dan dari kapal-kapal yang singgah dan melakukan bongkar muat, harus membayar pajak harus membayar pajak sehingga mendatangkan keuntungan bagi sriwijaya. Dalam kegiatan perdagangan itu, Sriwijaya mengekspor gading, kulit, dan beberapa jenis binatang liar. Sedangkan barang inpornya antara lain yaitu beras, rempah-rempah, kayu manis, kemenyang, emas, gading, dan binatang.

Baca Artikel Lainnya : Sejarah Bahasa Indonesia Sebelum Kemerdekaan Dan Ejaannya Lengkap


Kehidupan Beragama Kerajaan Sriwijaya

Kehidupan Beragama Kerajaan Sriwijaya

Pada masa itu Kerajaan Sriwijaya merupakan pusat studi agama Budha Mahayana di seluruh wilayah Asia Tenggara. Menurut I-tsing, di Sriwijaya ada ribuan pendeta dan pelajar (mahasiswa) agama Budha. Salah satu seorang pendeta yang terkenal yaitu Sakyakirti. Dan mulai banyak mahasiswa asing yang mau belajar agama Budha di Nalanda, India datang ke Sriwijaya terlebih dahulu untuk belajar bahsa Sangsekerta.


Bahkan, antara tahun 1011 – 1023 datang seorang pendeta agama Budha dari Tibet bernama Atisa untuk memperdalam pengetahuan agama Budha.Di Nagipattana, India bagian selatan, Sriwijaya telah membangun wihara pada tahun 1006, sebagai tempat suci agama Budha. Sriwijaya memiliki hubungan dengan India Selatan waktu itu sangat erat. Bangunan lain yang sangat penting yaitu Biaro Bahal di Padang Lawas, Tapanuli Selatan.

Baca Juga :  Sejarah Kerajaan Malaka : Letak, Politik, Munculnya, Ekonomi & Sosial

Dalam kaitannya dengan perkembangan agama dan kebudayaan Budha, di Sriwijaya ditemukan beberapa peninggalan. Misalnya, Candi Muara Takus yang ditemukan dekat Sungai Kampar di daerah Riau dan arca Budha Budha di daerah Bukit Siguntang.

Baca Artikel Lainnya : Organisasi Semi Militer Bentukan Jepang Dan Tujuan Serta Pembubarannya


Keruntuhan Kerajaan Sriwijaya

Keruntuhan Kerajaan Sriwijaya

Pada masa itu Kerajaan Sriwijaya mengalami keruntuhan ketika Raja Rajendra Chola, penguasa Kerajaan Cholamandala menyerang dua kali pada tahun 1007 dan 1023 M yang berhasil merebut bandar-bandar kota Sriwijaya. Peperangan ini disebabkan karena adanya persangian antara Kerajaan Sriwijaya dan Kerajaan Cholamandala bidang perdagangan dan pelayaran.


Sehingga dari serangan Kerajaan Cholamandala tidak untuk menjajah melainkan untuk meruntuhkan armada Sriwijaya. Hal ini menyebabkan perekonomi Kerajaan Sriwijaya semakin melemah dan jatuh karena para pedagang yang biasanya berdagang di Kerajaan Sriwijaya terus berkurang. Tidak hanya itu saja, kekuatan militer Sriwijaya juga semakin melemah sehingga banyak daerah bawahannya yang melepaskan diri. Akhirnya, Kerajaan Sriwijaya runtuh pada abad ke-13.


Peninggalan Kerajaan Sriwijaya

  • Prasasti Peninggalan Kerajaan Sriwijaya

  1. Prasasti Kedukan Bukit
  2. Prasasti Karang Berahi
  3. Prasasti Talang ibo
  4. Prasasti Palas Pasemah
  5. Prasasti Telaga Batu
  6. Prasasti Kota Kapur
  7. Prasasti Leiden
  8. Prasasti Talang Tuwo
  9. Prasasti Hujung Langit
  10. Prasasti Ligor

  • Candi Peninggalan Kerajaan Sriwijaya:

  1. Candi Muara Takus
  2. Candi Muaro Jambi
  3. Candi Biaro Bahal
  4. Candi Kota Kapur
  5. Gapura Sriwijaya

Demikianlah penjabaran artikel diatas tentang Kerajaan Sriwijaya – Sejarah, Peninggalan, Kejayaan & Letaknya semoga dapat bermanfaat bagi pembaca setia Pensil.Co.Id