Peninggalan Kerajaan Demak

Diposting pada

Peninggalan Kerajaan Demak

Kerajaan Demak berlokasi di Utara Pulau Jawa, tepatnya sekarang berada di Kabupaten Demak, Jawa Tengah.

Peninggalan-Kerajaan-Demak

Kondisi Sosial, Politik, dan Ekonomi

  • Kondisi Sosial

Kehidupan sosial masyarakat Kerajaan Demak berjalan teratur. Pemerintahannya menggunakan hukum Islam, akan tetapi norma-norma dan tradisi-tradisi lama tidak mereka tinggalkan begitu saja.


  • Kondisi Politik

Kerajaan Demak berdiri kira-kira tahun 1478 M. Hal itu didasarkan pada jatuhnya Majapahit yang diperintah oleh Prabu Kertabumi denan ditandainya candrasengkala, sirna ilang kertaning bumi (tahun 1400 Saka atau tahun 1478 Masehi).


Para wali kemudian menobatkan Raden Patah menjadi raja di Kerajaan Demak dengan gelar Senapati Kimbung Ngabdurrahman Panembahan Palembang Sayidin Panatagama. Pada tahun 1512 dan 1513 dibawah pimpinan Adipati Unus Kerajaan Demak berhasil membebaskan Malaka dari kekuasaan Portugis dan menguasai perdagangan Selat Malaka.


Aritkel Terkait : Bentuk Pemerintahan Negara Indonesia Pada Masa Orde Lama (1959-1966)


Kemudian pada tahun 1518 M, Kerajaan Demak dipimpin oleh Adipati Unus yang tiga tahun kemudian diganti oleh adiknya, Sultan Trenggana. Untuk memperluas daerah kekuasaannya, Sultan Trenggana menikahkan putra-putrinya dengan Pangeran Hadiri dari Kalinyamat (Jepara) dan Pangeran Adiwijaya dari Pajang.


Sultan Trenggana terbunuh saat melawan Panarukan. Hal itu menyebabkan kemunduran Kerajaan Demak. Terjadi perebutan kekuasaan antara putra Sultan Trenggana dan keturunan adik Sultan Trenggana. Pertempuran tersebut menyebabkan berpindahnya ibukota kerajaan ke Pajang dan menjadi akhir dari Kerajaan Demak.


  • Kehidupan Ekonomi

Perekonomian Demak berkembang ke arah perdagangan maritim dan agraris. Perdagangan antara Demak dengan pelabuhan-pelabuhan lain di Nusantara cukup ramai, Demak berfungsi sebagai pelabuhan transito (penghubung) daerah penghasil rempah-rempah dan memiliki sumber penghasilan yang cukup bersar.

Baca Juga :  Pengertian Sosiologi Secara Umum Beserta Kegunaan Dan Perkembangannya

Demak meliki peran penting karena mempunyai daerah pertanian yang cukup luas dan sebagai daerah penghasil bahan makanan, terutama beras. Perdagangannyapun maju. Komoditas yang diekspor antaralain, berasm madu dan lilin. Barang tersebut diekspor ke Malaka melalui pelabuhan Jepara. Dengan demikian perekonomian berkembang baik.


Sebagai negara maritim, Demak menjalankan fungsinya sebagai penghubung daerah penghasil rempah-rempah di bagian timur dengan Malaka. Dan dari Malaka dibawa ke kawasan barat.


Peninggalan

  • Masjid Agung Demak

Bangunan yang didirikan oleh Walisongo pada tahun 1479 berdiri kokoh hingga saat ini meski sudah mengalami beberapa renovasi. Bangunan ini juga menjadi salah satu bukti bahwa kerajaan Demak pada masa silam telah menjadi pusat pengajaran dan penyebaran Islam di Jawa.


Aritkel Terkait : Masa Mejayaan Kerajaan Sriwijaya


  • Pintu Bledek

Pintu bledek bisa diartikan sebagai pintu petir. Pintu ini dibuat oleh Ki Ageng Selo pada tahun 1466 dan menjadi pintu utama dari Masjid Agung Demak. Berdasarkan cerita yang beredar, pintu ini dinamai pintu bledek karena Ki Ageng Selo membuatnya dari petir yang menyambar.


  • Soko Tatal dan Soko Guru

Soko Guru adalah tiang berdiameter mencapai 1 meter yang berfungsi sebagai penyangga tegak kokohnya bangunan Masjid Demak. Ada 4 buah soko guru yang digunakan masjid ini, Sang Sunan mendapat tugas untuk membuat semua tiang tersebut sendiri, hanya saja saat ia baru membuat 3 buah tiang setelah masjid siap berdiri. Sunan Kalijaga dengan sangat terpaksa kemudian menyambungkan semua tatal atau potongan-potongan kayu sisa pembuatan 3 soko guru dengan kekuatan spiritualnya dan mengubahnya menjadi soko tatal alias soko guru yang terbuat dari tatal.


  • Bedug dan Kentongan

Kedua alat ini digunakan pada masa silam sebagai alat untuk memanggil masyarakat sekitar mesjid agar segera datang melaksanakan sholat 5 waktu setelah adzan dikumandangkan.

Baca Juga :  Tahap Dan Pengertian Perjanjian Internasional Menurut Para Ahli

  • Situs Kolam Wudhu

Situs ini dahulunya digunakan sebagai tempat berwudlu para santri atau musyafir yang berkunjung ke Masjid untuk melaksanakan sholat.


  • Maksurah Maksurah

Dinding berukir kaligrafi tulisan Arab yang menghiasi bangunan Masjid Demak. Maksurah tersebut dibuat sekitar tahun 1866 Masehi.


Aritkel Terkait : Sumber Sejarah Kerajaan Tarumanegara Beserta Isinya Lengkap


  • Dampar Kencana

Dampar kencana adalah singgasana para Sultan yang kemudian dialih fungsikan sebagai mimbar khutbah di Masjid Agung Demak.


  • Piring Campa

Piring Camapa adalah piring pemberian seorang putri dari Campa yang tak lain adalah ibu dari Raden Patah. Piring ini jumlahnya ada 65 buah. Sebagian dipasang sebagai hiasan di dinding masjid, sedangkan sebagian lain dipasang di tempat imam.


Kemajuan

Pada awal abad ke-16, Kerajaan Demak menjadi kerajaan yang kuat di Pulau Jawa, tidak ada satupun kerajaan lain di Jawa yang mampu menandingi usaha kerajaan ini dalam memperluas kekuasaannya dengan menundukkan beberapa kawasan pelabuhan dan pedalaman di Nusantara.


  • Kemajuan Di Bawah Kekuasaan Pati Unus

Demak di bawah Pati Unus adalah Demak yang berwawasan nusantara. Visi besarnya adalah menjadikan Demak sebagai kerajaan maritim yang besar.

Pada masa kepemimpinannya, Demak merasa terancam dengan pendudukan Portugis di Malaka. Kemudian beberapa kali ia mengirimkan armada lautnya untuk menyerang Portugis di Malaka.


  • Kemajuan Di Bawah Kekuasaan Trenggana

Trenggana berjasa atas penyebaran Islam di Jawa Timur dan Jawa Tengah. Di bawahnya, Demak mulai menguasai daerah-daerah Jawa lainnya seperti merebut Sunda Kelapa dari Pajajaran serta menghalau tentara Portugis yang akan mendarat di sana (1527), Tuban (1527), Madiun (1529), Surabaya dan Pasuruan (1527), Malang (1545), dan Blambangan(1527,1546).


Trenggana meninggal pada tahun1546 dalam sebuahpertempuran menaklukkanPasuruan, dan kemudian digantikan oleh Sunan Prawoto. Salah seorang panglima perangDemakwaktu itu adalahFatahillah,pemuda asal Pasai (Sumatera), yang juga menjadi menantu rajaTrenggana. Sementara Maulana Hasanuddinputera Sunan Gunung Jati diperintah oleh Trenggana untuk menundukkan Banten Girang. Kemudian hari keturunan Maulana Hasanudin menjadikan Banten sebagai kerajaan mandiri. Sedangkan Sunan Kudus merupakan imam di Masjid Demak juga pemimpin utama dalam penaklukan Majapahit sebelum pindah ke Kudus.

Baca Juga :  Pancasila Sebagai Dasar Negara Dan Contohnya Lengkap

Aritkel Terkait : Tujuan Dibentuk BPUPKI Oleh Pemerintah Jepang


Kemunduran

Kerajaan Demak mengalami kemunduran karena perang saudara yang memperebutkan takhta Kerajaan Demak. Perebutan ini terjadi setelah meninggalnya Sultan Trenggono. Yang berhak mewarisi tahta kerajaan sebenarnya adalah Pangeran Sedo Lepen (keturunan adik Sultan Trenggana), tetapi ia terbunuh di tangan Sunan Prawoto (anak Sultan Trenggana).


Kemudian Sunan Prawoto meninggal, karena dibunuh oleh anak dari Pangeran Sedo Lepen (balas dendam). Anak dari Pangeran Sedo Lepen juga menghabisi anak buah dari Sunan Prawoto. Anak Pangeran Sedo Lepen, Aryo Penangsang berebut tahta dengan menantu Sultan Trenggono, Jaka Tingkir, Sutowijoyo (kelak akan menjadi Panembahan Senopati di Mataram. Jaka Tingkir naik tahta dan memiliki gelar Sultan Hadiwijoyo dan kekuasaan dipindah ke Pajang. Demak kemudian ganti status menjadi Kabupaten.


Aritkel Terkait : Kebijakan VOC di Indonesia – Sejarah Berdiri Dan Hak Oktroi


Demikian penjelasan artikel diatas tentang Peninggalan Kerajaan Demak semoga dapat bermanfaat bagi pembaca setia Pensil.Co.Id