Pengertian Sampel Menurut Para Ahli Serta Contoh Dan Tekniknya

Diposting pada

Pengertian Sampel

Sampel adalah bagian dari populasi yang akan diamati; dilihat sebagai perkiraan populasi, namun bukan populasi itu sendiri. Dianggap sebagai sampel representatif dari populasi, representasi dari keseluruhan fenomena diamati. Ukuran dan keragaman sampel untuk menentukan apakah sampel diambil atau tidak. Ada dua metode pengambilan sampel, yaitu acak / probabilitas dan acak (non-acak) / non-probabilitas.


Pengertian Sampel Menurut Para Ahli

  • (Sugiyono, 2006: 118)

Definisi sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut.

  • (Arikunto, 2002:109)

Menurut Prof.Dr.Suharsimi Arikunto,  Sampel merupakan bagian yang representatif dari populasi yang diteliti.

  • (Soehartono, 2004:57)

Sampel adalah bagian dari populasi yang akan diteliti dan dianggap mampu menggambarkan populasi.

Pengertian Sampel Menurut Para Ahli

Teknik Sampling (Random Sampling)

Artinya, setiap anggota populasi memiliki peluang dan peluang yang sama untuk dipilih sebagai sampel. Tidak ada jenis intervensi khusus untuk peneliti. Keputusan acak ini (probability sampling) memiliki kekuatan dan kelemahannya sendiri.
  • Pengambilan acak sederhana (Simpel random sampling)

Mengambil sampel acak menggunakan sistem lotere atau tabel angka acak. Tabel angka acak adalah tabel yang dibuat di komputer yang berisi angka yang terdiri dari kolom dan baris, dan cara pemilihan dilewati secara bebas. Ini membuat pengambilan sampel acak sederhana menggunakan prinsip pengembalian atau pengambilan sampel tanpa penggantian. Keuntungan ini adalah tidur siang acak sederhana untuk mengatasi bias yang muncul dalam pemilihan sampel, dan kemampuan untuk menghitung kesalahan standar. Sementara itu, kelemahan dijamin bahwa setiap sampel yang diambil secara acak akan secara akurat mewakili populasi.

  • Pengambilan acak secara sistematis (Systematic random sampling)

Sistem pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan interval interval tertentu secara berurutan. Misalnya, jika Anda ingin mengambil 1000 sampel dari 5000 populasi secara acak, maka kemungkinannya adalah 1/5 dari seleksi. Ambil satu titik di interval pertama antara angka 1-5, dan lanjutkan dengan pemilihan nomor berikutnya dari interval berikutnya. Keuntungan pengambilan acak sistematis lebih praktis dan efisien daripada koleksi acak. Sementara itu, kelemahan ini tidak dapat digunakan dalam penelitian karena ketidakmampuan untuk menangkap populasi heterogen yang heterogen.

  • Pengambilan acak berdasarkan lapisan (Stratified random sampling)
Sistem pengambilan sampel dibagi menurut lapisan tertentu dan setiap lapisan memiliki jumlah sampel yang sama. Keuntungan dari keputusan acak berdasarkan lapisan ini adalah bahwa lebih tepat untuk memperkirakan populasi karena variasi dalam populasi dapat diwakili oleh sampel. Sementara itu, kerugiannya adalah kebutuhan untuk memiliki informasi dan data yang memadai tentang variasi dalam populasi penelitian. Selain itu, terkadang ada perbedaan besar antara jumlah masing-masing strata.
  • Pengambilan acak berdasar area (Cluster sampling)
Sistem pengambilan sampel dibagi berdasarkan wilayah. Setiap daerah memiliki kuota yang sama. Mengambil keuntungan dari penduduk lokal acak dianggap lebih tepat karena variasi populasi dapat diwakili dalam sampel. Sementara itu, kerugiannya adalah butuh waktu lama karena harus berbagi di area tertentu.

Tidak Acak (Non-random Sampling)

Metode kehamilan tidak acak, di mana setiap anggota tidak memiliki kesempatan yang sama untuk anggota sampel yang dipilih. Ada intervensi tertentu yang biasanya disesuaikan dengan kebutuhan dan tujuan penelitian.
  • Pengambilan sesaat (Accidental/haphazard sampling)
Teknik pengambilan sampel tiba-tiba dihadapi oleh para peneliti. Misalnya, seorang reporter televisi mewawancarai orang-orang yang kebetulan lewat. Keuntungan membuat momen praktis ini adalah bagi anggota pemilihan sampel. Sementara itu, kelemahan responden tidak selalu memiliki karakteristik yang dicari oleh simpatisan.
  • Pengambilan menurut jumlah (Quota sampling)
Pengambilan sampel anggota didasarkan pada jumlah yang diinginkan oleh peneliti. Keuntungan dari ini adalah angka praktis karena jumlah keputusan yang telah ditentukan sejak awal. Sementara itu, kelemahannya bias, tidak selalu mewakili seluruh populasi.
  • Pengambilan menurut tujuan (Purposive sampling)
Hasil pemilihan sampel didasarkan pada tujuan dan pertimbangan khusus peneliti. Manfaat hasil sesuai dengan tujuan ini adalah tujuan dari peneliti. Sementara itu, kelemahan tidak selalu mewakili variasi keseluruhan.
  • Pengambilan beruntun (Snow-ball sampling)

Teknik pengambilan sampel dilakukan oleh sistem jaringan responden. Mulai dari responden yang diwawancarai. Kemudian, responden akan menunjukkan responden lain dan responden lain akan menunjukkan responden berikutnya.

Ini dilakukan terus menerus hingga jumlah anggota sampel diinginkan oleh para peneliti. Keuntungan mengambil garis ini adalah bisa mendapatkan responden yang kredibel di lapangan. Sementara itu, kelemahan adalah perwakilan dari memakan waktu dan tidak harus semua variasi lama ada.


Contoh Sampel

Populasi adalah totalitas dari semua objek atau individu yang mempunyai karakteristik tertentu, jelas dan lengkap yang akan di teliti (bahan penelitian).

Contoh

  • Populasi mahasiswa Universitas Gunadarma
  • Populasi mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi
  • Populasi mahasiswa Sistem Informasi , Filkom, UG

Baca Juga:
Baca Juga :  Pengertian Ilmu Sosial Serta Tujuan, Ruang Lingkup Dan Contohnya
Baca Juga :  Membaca Indah
Demikian Penjelasan Tentang Pengertian Sampel Menurut Para Ahli Serta Contoh Dan Tekniknya Semoga Bermanfaat Untuk Semua Pembaca Pensuil.Co.Id