11 Pengertian Partisipasi Menurut Para Ahli Beserta Bentuk Partisipasi No ratings yet.

Diposting pada

Pengertian Partisipasi

Partisipasi adalah keterlibatan mental dan emosional. Partisipasi aktual adalah gejala demokrasi di mana orang berpartisipasi dalam perencanaan dan dalam pelaksanaan dan juga memikul tanggung jawab sesuai dengan tingkat kematangan dan tingkat kewajibannya. Partisipasi itu menjadi baik di bidang baik fisik dan mental sebagai penentuan kebijaksanaan.


Pengertian Partisipasi Menurut Para Ahli

  • Menurut Keith Davis, Partisipasi adalah keterlibatan mental dan emosional seseorang untuk pencapaian tujuan dan mengambil tanggung jawab di dalamnya.
  • Menurut Newstrom (2004: ), Partisipasi adalah keterlibatan mental dan emosional dari orang dalam situasi kelompok. Dan mendorong mereka untuk berkontribusi pada tujuan kelompok, dan juga berbagai tanggung jawab dalam mencapai tujuan.
  • Menurut Sajogyo (artikel :2002), Partisipasi adalah proses dimana sejumlah pelaku telah bermitra pengaruh dan kontrol berbagi dalam inisiatif “pembangunan”, termasuk membuat keputusan tentang sumber daya.
  • Menurut Rauf, Nasution dalam Sri Yuliyati, Partisipasi koperasi adalah manifestasi dari perilaku seseorang atau sekelompok orang dalam sikap pertunjukan dan mengakui peran koperasi dalam rangka meningkatkan keamanan ekonomi.
  • Menurut (Sastropoetro:1995,11), Partisipasi adalah keterlibatan, partisipasi atau keterlibatan yang berkaitan dengan keadaan eksternal.

Jadi dari beberapa pengertian diatas, dapat disimpulkan bahwa partisipasi adalah keterlibatan peserta secara mental dan emosional dan fisik dalam menanggapi melaksanakan kegiatan dalam proses pembelajaran dan untuk mendukung pencapaian tujuan dan mengambil tanggung jawab atas keterlibatannya.


Bentuk partisipasi yang nyata:

  1. Partisipasi uang adalah bentuk partisipasi untuk memperlancar usaha-usaha bagi pencapaian kebutuhan masyarakat yang memerlukan bantuan
  2. Partisipasi harta benda adalah partisipasi dalam bentuk menyumbang harta benda, biasanya berupa alat-alat kerja atau perkakas
  3. Partisipasi tenaga adalah partisipasi yang diberikan dalam bentuk tenaga untuk pelaksanaan usaha-usaha yang dapat menunjang keberhasilan suatu program
  4. Partisipasi keterampilan, yaitu memberikan dorongan melalui keterampilan yang dimilikinya kepada anggota masyarakat lain yang membutuhkannya
Baca Juga :  9 Pengertian Kecerdasan Moral Menurut Para Ahli Lengkap

Partisipasi pikiran lebih merupakan partisipasi dalam bentuk ide donasi, pendapat atau pikiran yang konstruktif, baik untuk mengembangkan program dan untuk memfasilitasi pelaksanaan program dan juga untuk mewujudkannya dengan memberikan pengalaman dan pengetahuan dalam rangka untuk mengembangkan kegiatan yang ikuti.

Berdasarkan pengertian di atas dapat dilihat bahwa partisipasi elemen adalah sebagai berikut:

  1. Keterlibatan siswa dalam semua kegiatan yang dilakukan dalam proses pembelajaran.
  2. Kesediaan siswa untuk merespon dan menjadi kreatif dalam kegiatan yang dilakukan dalam proses pembelajaran.
  3. Partisipasi siswa dalam pembelajaran sangat penting untuk menciptakan pembelajaran aktif, kreatif, dan menyenangkan. Sehingga tujuan pembelajaran yang direncanakan dapat dicapai sebanyak mungkin.

Tidak ada pembelajaran tanpa partisipasi aktif dari belajar siswa. Setiap siswa tentu aktif dalam penelitian, hanya perbedaan adalah konsentrasi / berat siswa aktif dalam pembelajaran. Ada keaktifan kategori rendah, sedang dan tinggi. Berikut membutuhkan kreativitas guru dalam mengajar sehingga siswa aktif berpartisipasi dalam pembelajaran. Penggunaan strategi dan metode yang tepat yang akan menentukan keberhasilan kegiatan belajar mengajar. Metode pembelajaran partisipatif bahwa guru akan mampu membawa siswa dalam situasi yang lebih kondusif untuk lebih siswa untuk berpartisipasi lebih terbuka dan sensitif dalam kegiatan belajar.



Bentuk – Bentuk Partisipasi

Menurut Effendy, ada dua bentuk partisipasi, bahwa partisipasi partisipasi vertikal dan horizontal.

  1. Partisipasi vertikal adalah bentuk kondisi tertentu vertikal di masyarakat yang terlibat di dalamnya atau mengambil bagian dalam program pihak lain, sehubungan dengan yang masyarakat ada sebagai posisi bawahan.
  2. Partisipasi horizontal di mana orang tidak mungkin memiliki inisiatif di mana setiap kelompok anggota / masyarakat berpartisipasi secara horizontal antara satu sama lain, baik dalam melakukan bisnis bersama-sama, dan melakukan kegiatan dengan pihak lain. menurut Effendi sendiri, tentu saja, partisipasi merupakan tanda awal dari komunitas yang berkembang yang mampu berkembang secara mandiri.
Baca Juga :  8 Pengertian Kecerdasan Buatan Menurut Para Ahli Dan Contoh Serta Tujuannya

Prinsip-prinsip partisipasi

Seperti yang tercantum dalam Panduan Penerapan pendekatan partisipatif disusun oleh Departemen Pembangunan Internasional (DFID) (di Monique Sumampouw, 2004: 106-107) adalah:

  1. Cakupan: Semua orang atau perwakilan dari semua kelompok yang terkena dampak proyek pembangunan keputusan atau proses.
  2. Kesetaraan dan kemitraan (Partnership Equal): Pada dasarnya setiap orang memiliki keterampilan, kemampuan dan inisiatif serta hak untuk menggunakan inisiatif dalam terlibat dalam setiap proses dialog dalam rangka membangun terlepas dari tingkat dan struktur masing-masing pihak.
  3. Transparansi: Semua pihak harus dapat mengembangkan komunikasi dan komunikasi adalah iklim terbuka dan kondusif, dialog dihasilkan.
  4. Pihak berwenang kesetaraan.(Power Sharing / Equal Powership): Berbagai pihak yang terlibat harus dapat menyeimbangkan distribusi kewenangan dan kekuasaan untuk menghindari dominasi.
  5. Tanggung Jawab kesetaraan (Responsibility Berbagi: Berbagai pihak memiliki tanggung jawab yang jelas dalam setiap proses karena kesetaraan otoritas (pembagian kekuasaan) dan keterlibatan dalam proses pengambilan keputusan dan langkah-langkah pemberdayaan berikutnya
  6. Pemberdayaan:. Keterlibatan berbagai pihak tidak dapat dipisahkan dari semua kekuatan dan kelemahan masing-masing pihak, sehingga melalui keterlibatan aktif dalam kegiatan proses, ada proses saling belajar dan saling kerjasama untuk memberdayakan satu sama lain.
  7. Dibutuhkan kerjasama dari semua pihak yang terlibat untuk berbagi kelebihan untuk meminimalkan mereka, khususnya yang berkaitan dengan kemampuan sumber daya manusia.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Partisipasi

Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi partisipasi masyarakat dalam program, sifat faktor-faktor ini bisa mendukung program yang sukses, tetapi ada juga sifat dapat menghambat keberhasilan program. Misalnya, faktor usia, yang terbatas properti, pendidikan, pekerjaan dan pendapatan. Angell (Ross, 1967: 130) mengatakan bahwa partisipasi berkembang dalam masyarakat dipengaruhi oleh banyak faktor. Faktor-faktor yang mempengaruhi kecenderungan seseorang untuk berpartisipasi, yaitu:

  • Usia
Baca Juga :  10 Pengertian Sosiologi Menurut Para Ahli Serta Ciri Dan Fungsinya

Faktor usia adalah faktor yang mempengaruhi sikap seseorang terhadap kegiatan masyarakat yang ada. Orang dari kelompok usia menengah dengan lampiran moral terhadap nilai-nilai dan norma-norma masyarakat yang lebih stabil, cenderung lebih mungkin untuk berpartisipasi dibandingkan kelompok usia lainnya.

  • Jenis kelamin

Nilai panjang dominan dalam budaya berbagai bangsa mengatakan bahwa pada dasarnya seorang wanita [adalah “di dapur” yang berarti bahwa di banyak masyarakat peran perempuan, terutama mengurus rumah tangga, tetapi nilai lagi peran perempuan telah bergeser oleh gerakan emansipasi dan pendidikan perempuan, semakin baik.

  • Pendidikan

Dikatakan salah satu syarat mutlak untuk berpartisipasi. Pendidikan dianggap mempengaruhi sikap seseorang terhadap lingkungan, sikap yang diperlukan untuk meningkatkan kesejahteraan seluruh masyarakat.

  • Pekerjaan dan penghasilan

Hal ini tidak dapat dipisahkan satu sama lain karena pekerjaan seseorang akan menentukan berapa banyak pendapatan yang akan diperoleh. Pekerjaan dan penghasilan yang baik dan memenuhi kebutuhan sehari-hari dapat mendorong orang untuk berpartisipasi dalam kegiatan masyarakat. Memahami bahwa untuk berpartisipasi dalam kegiatan, harus didukung oleh suasana ekonomi yang stabil. Dikutip dari: https://id.wikipedia.org/

  • Lamanya tinggal

Lamanya seseorang yang hidup dalam lingkungan tertentu dan pengalaman berinteraksi dengan lingkungan akan mempengaruhi partisipasi seseorang. Semakin lama ia tinggal di lingkungan tertentu, rasa memiliki terhadap lingkungan cenderung lebih terlihat dalam partisipasi besar dalam aktivitas apapun yang lingkungan.

 Demikian Penjelasan Tentang 11 Pengertian Partisipasi Menurut Para Ahli Beserta Bentuk Partisipasi Semoga Bermanfaat Untuk Semua Pembaca Pensil.Co.Id

Please rate this