Pengemasan Hasil Budidaya Tanaman Pangan

Diposting pada

Jenis Tanaman Pangan

Kelompok tanaman yang termasuk komoditas pangan adalah tanaman pangan, tanaman hortikultura non-tanaman hias dan kelompok tanaman lain penghasil bahan baku produk pangan. Tanaman pangan utama, yaitu tanaman yang menjadi sumber utama bagi karbohidrat dan protein untuk memenuhi kebutuhan tubuh manusia.


Hasil budidaya tanaman pangan dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pangan sendiri dan diperdagangkan sehingga dapat menjadi mata pencaharian. Hal ini menjadikan tanaman pangan sebagai komoditas pertanian yang sangat penting bagi bangsa Indonesia.


Tanaman pangan dikelompokkan berdasarkan umur, yaitu tanaman semusim dan tanaman tahunan. Tanaman semusim adalah tanaman yang dipanen dalam satu musim tanam, yaitu antara 3-4 bulan, seperti jagung. Tanaman tahunan adalah tanaman yang terus tumbuh setelah bereproduksi atau menyelesaikan siklus hidupnya dalam jangka waktu lebih dari dua tahun, misalnya sukun dan sagu.


Tanaman pangan juga dibagi menjadi 3 kelompok yaitu serealia, kacang-kacangan, dan umbi-umbian. Kelompok serealia dan kacang-kacangan menghasilkan biji sebagai produk hasil budidaya, sedangkan umbi-umbian menghasilkan umbi batang atau umbi akar sebagai produk hasil budidaya.


Artikel Lain : Prakarya Membuat Pengawatan Bahan Nabati Dan Hewani Lengkap


Contoh Tanaman Pangan

  • Padi (Oryza sativa L.)

Padi memiliki batang yang berbuku dan berongga. Akar padi berupa akar serabut. Bulir padi terdapat pada malai yang dimiliki oleh anakan. Budidaya padi dikelompokkan menjadi padi sawah, padi gogo, dan padi rawa. Tanaman padi diperbanyak dengan menggunakan biji.


  • Jagung (Zea mays L.)

Jagung memiliki batang tunggal yang terdiri atas buku dan ruas. Jagung memiliki bunga jantan dan bunga betina yang terpisah, namun masih pada pohon yang sama. Jagung dapat ditanam di lahan kering maupun di lahan sawah sesudah panen padi. Tanaman jagung diperbanyak dengan biji.


  • Sorgum (Sorghum bicolor L.)

Sorgum memiliki batang yang berbuku-buku. Sorgum diperbanyak dengan biji. Sorgum dapat ditanam pada berbagai kondisi lahan, baik lahan subur maupun lahan kurang subur atau lahan marjinal karena sorgum memiliki daya adaptasi yang luas.


  • Kedelai (Glycine max L.)

Kedelai merupakan tanaman semusim dengan tinggi tanaman antara 40 – 90 cm, memiliki daun tunggal dan daun bertiga (trifoliate). Daun dan polong kedelai memilliki bulu. Tanaman kedelai memiliki umur antara 72 – 90 hari. Kedelai diperbanyak dengan biji. Berdasarkan warna bijinya, kedelai dibedakan menjadi kedelai kuning, hijau kekuningan, cokelat, dan hitam.

Baca Juga :  Prakarya Tanaman Pangan Dan Cara Membudidayakannya

  • Kacang tanah (Arachis hipogeae L.)

Kacang tanah diperbanyak dengan biji. Kacang tanah memiliki batang yang bercabang dengan tinggi tanaman antara 38-68 cm. Tanaman ini memiliki tipe tumbuh dengan memanjang di atas permukaan tanah. Kacang tanah dapat dipanen pada umur 90-95 hari setelah tanam.


Artikel Lain : Prakarya Bahan Pangan Nabati Dan Buah Beserta Contohnya Lengkap


  • Kacang hijau (Vigna radiata L.)

Tanaman kacang hijau merupakan tanaman pangan semusim yang mempunyai umur panen antara 55-65 hari setelah tanam. Kacang hijau memiliki tinggi tanaman antara 53-80cm, batang bercabang serta daun dan polong yang berbulu. Kacang hijau diperbanyak dengan biji. Kacang hijau dapat ditanam di lahan kering maupun di lahan sawah sesudah panen padi.


  • Singkong (Manihot utilissima)

Tanaman singkong atau ubi kayu merupakan tanaman berkayu yang dipanen umbinya. Daun tanaman ini dapat dimanfaatkan sebagai sayuran. Tanaman ini biasanya diperbanyak dengan menggunakan stek batang. Umur tanaman ubi kayu sekitar 8-10 bulan. Tanaman ubi kayu mempunyai daya adaptasi yang luas, tetapi umumnya ubi kayu ditanam di lahan kering.


  • Ubi jalar (Ipomoea batatas L.)

Tanaman ubi jalar adalah tanaman pangan yang memiliki batang panjang menjalar. Tipe pertumbuhannya dapat berupa semak, semak-menjalar atau menjalar. Ubi jalar dapat diperbanyak dengan bagian ubi, pucuk batang, dan setek batang. Umur tanaman ubi jalar berkisar antara 4-4.5 bulan. Warna kulit umbi maupun warna daging umbi bervariasi, mulai dari umbi yang berwarna putih, krem, orange atau ungu.


Tanaman pangan menyebar secara merata di seluruh wilayah Indonesia dan terdapat beberapa daerah yang menjadi sentra pengembangan tanaman pangan tertentu. Misalnya, Provinsi Sumatra Utara, Sumatra Barat, Sulawesi Selatan, Jawa Barat dan Jawa Tengah menjadi sentra produksi beras. Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, DI. Yogyakarta, dan Jawa Timur adalah sentra produksi untuk kedelai.


Tanaman serealia umumnya diperbanyak dengan biji serta dapat dibudidayakan di lahan sawah atau lahan kering, sedangkan tanaman pangan umbi-umbian diperbanyak dengan stek serta umumnya ditanam di lahan kering. Berdasarkan ketinggian wilayah, tanaman pangan dapat dibudidayakan pada berbagai jenis lahan dari dataran rendah sampai dataran tinggi.


Hasil budidaya tanaman pangan biasanya berupa biji atau umbi. Hasil budidaya tanaman pangan dapat dimanfaatkan dengan cara langsung dimasak atau dijadikan bahan baku industri.

Baca Juga :  3 Prakarya Konsep Desain Selubung (Casing)

Misal padi, digiling menjadi beras. Beras dapat dimasak langsung menjadi nasi atau diolah menjadi tepung. Selain nasi, beras dapat dimasak menjadi lontong, bubur dan lepat, atau tapai. Tepung beras dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku kue-kue basah, kue-kue kering dan mie. Contoh lainnya adalah kedelai yang dapat dikonsumsi langsung dengan cara direbus atau diolah menjadi tempe, tahu, kecap, dan susu.


Pangan hasil olahan dari hasil budidaya tanaman harus bermutu baik dan memenuhi syarat keamanan pangan. Persyaratan dasar yang harus dipenuhi meliputi Good Agricul-ture Practices (GAP)/Good Farming Practices (GFP) untuk budidaya, Good Handling Practices (GHP) untuk penanganan pascapanen serta Good Manufac-turing Practices (GMP) untuk pengolahan.


Artikel Lain : Cara Mengenal Alat Komunikasi Serta Jenis, Kegunaan Dan Contohnya


Pengemasan Dan Pengawetan Tanaman Pangan

Produk hasil budidaya tanaman pangan pada  umumnya adalah bahan baku dari proses pengolahan produk pangan sehingga proses pengemasan yang di lakukan kepada produk hasil budidaya hanya berfungsi sebagai sarana distribusi dari tempat budidaya ke tempat pengolahan. Pengolahan hasil budidaya tanaman panagan beragam bergantung pada jenis tanamannya.


pengemasan-hasil-budidaya


Pengolahan Hasil Budidaya Tanaman Pangan

Pengolahan pascapanen untuk tanaman padi adalah pengeringan, perontokan dan pelepasan kulit menjadi bulir beras. beras yang sudah cukup kering dapat dikemas dan dijual kepada konsumen baik dalam jumlah besar maupun jumlaah kecil. Hasil taaman jagung, dapat menjadi bahan baku pembuatan tepung maizena, bahan pop corn, jagung kalengan dan lain-lain.


Proses pengolahan tersebut dilakukan  agar hasil budidaya menjadi lebih awat selama jangka waktu tertentu. Jagung juga dapat dijual dalam bentuk segar untuk diolah secara sederhana dengan cara direbus atau dibakar. Ketela, ubi, kedelai, kacang hijau dan tanaman pangan lain dapat diolah dengan berbagai proses sebelum sampai di konsumen.


Penjualan Hasil Budidaya Tanaman Pangan

Penjualan hasil budidaya pertanian yang ditunjukan kepada konsumen bisa dalam jumlah kecil, dan menggunakan kemasan yang menarik. Kemasan ini harus dapat menjaga keawetan produk, mudah digunakan, memberikan informasi tentang produk dan memiliki nilai estetika.


Kemasan Hasil Budidaya Tanaman Pangan

Kemasan untuk produk segar (memiliki kadar air yang masih tinggi) dapat menggunakan plastik vacum melindungi produk dari kerusakan, kontaminasi oleh kotoran, mikroorganisme (bakteri, kapang, khamir), parasit (terutama serangga) dan zat beracum (bahan kimia), yang mempengaruhi warna, bau, dan rasa serta melindungi dari hilangnya atau penyerapan kelembaban (penguapan dan penyerapan air).

Baca Juga :  Kebijakan Fiskal Adalah

Artikel Lain :IPA Biologi Kelas 9 Semester 1-2 Kurikulum Lengkap


Teknik Pengemasan Bahan Pangan

Sebagian besar pengemasan yang dilakukan oleh masyarakat umumnya dilakukan langsung dengan menggunakan bahan wadah tertentu. Proses ini dilakukan dengan memperhatikan tujuan pengemasan sendiri. Menurut Kitinoja (2003), pengemasan memerlukan ventilasi tetapi harus cukup kuat untuk mencegah kerusakan karena beban.


Jika produk dikemas untuk memudahkan menangani jenis kemasan dalam bentuk kemasan kardus, peti kayu dan kemasan plastik kaku memiliki hasil yang lebih baik daripada kantong udara terbuka atau keranjang, karena tas dan keranjang tidak memberikan perlindungan produk jika ditumpuk.


Kemasan karton, peti kayu dan kemasan plastik kaku, meskipun lebih mahal, lebih hemat biaya jika digunakan untuk pasar domestik. Kemasan ini dapat digunakan kembali dan dapat menahan kelembaban yang relatif tinggi di lingkungan penyimpanan. Menambahkan lapisan karton atau lembaran sederhana dari karton ke kawah dapat mengurangi lecet pada produk. Kemasan tidak boleh diisi terlalu sedikit atau terlalu banyak atau padat untuk mendapatkan hasil yang baik.


Produk yang dikemas terlalu longgar dapat mengakibatkan getaran pada unitproduk lainnya yang mengakibatkan memar, sementara kalau dikemas berlebihan berakibat pada memar karena tekanan. Guna menghindari ruang antar bahan dapat ditambahkan potongan kerta sebagai pengisi ruang dalam kotak kemasan. Kemasan hendaknya memungkinkan penanganan yang cepat pada keseluruhan distribusi dan pemasaran dan dapat meminimalkan benturan akibat penanganan kasar.


Baca juga>>>> Pengertian hidroponik dan contohnya

Dalam jenis tertentu dari bahan dapat ditempatkan tas penyerap etilen kecil ditempatkan dalam kemasan di mana produk sensitif terhadap etilena sehingga dapat mengurangi kecepatan pematangan buah, de-penghijauan sayuran atau berbunga. Pengemasan juga dapat dilakukan dengan memodifikasi atmosfer di sekitar produk (modified atmosphere packaging atau MAP).


Demikian Penjelasan Tetang Pengemasan Hasil Budidaya Tanaman Pangan : Pengawetan, Fungsi Semoga Bermanfaat Untuk Pembaca Pensil.Co.Id