11 Organisasi Bentukan Jepang Di Indonesia Dan Tujuannya

Diposting pada

Organisasi Bentukan Jepang

Organisasi militer Jepang merupakan organisasi yang bertujuan melakukan pertahanan militer untuk mempertahankan wilayah Indonesia, seperti tentara. Dalam organisasi ini, pelatihan militer ditekankan.

Organisasi semi-militer Jepang memrupakan organisasi yang tidak ditujukan untuk pertahanan militer, tetapi lebih pada keamanan dan ketertiban dan kecenderungan untuk kesejahteraan rakyat. Pelatihan di sektor militer masih ada, tetapi tidak ditekankan.

Organisasi Bentukan Jepang Di Indonesia

Berikut ialah macam-macam organisasi bentukan Jepang (semi-militer dan militer) dan penjabarannya:


1. Pengerahan Tenaga Muda

Menurut penilaian Jepang, terutama kaum muda, pemuda desa, belum terpengaruh oleh dunia luar (pikiran Barat). Anak muda Indonesia secara fisik kuat, ceria dan berani. Selain itu, pemuda Indonesia pada waktu itu cukup besar untuk memainkan peran penting di Indonesia.

Atas dasar berbagai pertimbangan ini, pemuda digunakan dan digunakan sebagai target utama propaganda Jepang. Berbagai slogan seperti saudara Jepang, Indonesia adalah sama dan Gerakan 3 A memang cukup menarik bagi kaum muda. Pernyataan kesetaraan Jepang dianggap sebagai bentuk perubahan dari era Belanda yang begitu diskriminatif dan kejam.

Jepang memang sangat pandai, sebelum secara resmi membentuk organisasi semi-militer dan militer, mereka pertama-tama melatih kaum muda dengan pendidikan untuk meningkatkan disiplin, semangat juang, dan semangat ksatria kaum muda.

Cara menanamkan nilai ini adalah dengan pendidikan umum (sekolah dasar dan menengah) dan pendidikan khusus (pelatihan oleh Jepang). Formulir pelatihan Jepang meliputi:

  1. BPAR (Barisan Pemuda Asia Raya).
  2. San A Seinen Kutensho di bawah Gerakan 3A.

Organisasi Semi Militer

2. Seinendan

Seinendan (Korps Pemuda) adalah organisasi yang dibentuk oleh Jepang yang terdiri dari pemuda berusia 14-22 tahun. Seinendan didirikan pada 29 April 1943 dengan sekitar 3500 anggota dari seluruh Jawa.


Tujuan Seinendan

Tujuan Jepang adalah mendirikan Seinendan untuk mendidik dan melatih kaum muda untuk dapat mempertahankan dan mempertahankan tanah air mereka dengan kekuatan mereka sendiri.

Namun dibalik itu, ada tujuan lain dengan berdirinya Seinendan ini. Jepang melatih pemuda Indonesia juga dimaksudkan untuk mendapatkan kekuatan cadangan dari pemuda untuk memenangkan perang Asia Timur melawan Sekutu.


Fungsi Seinendan

Dalam pertahanan peperangan, Seinendan difungsikan sebagai barisan cadangan yang mengamankan barisan belakang. Agar lebih efektif dan efisien, pengkoordinasian Seinendan diserahkan kepada penguasa setempat. Misalnya di daerah tingkat syu, diketuai syucokan. Begitu juga di daerah ken, ketuanya kenco dan seterusnya.


Keanggotaan Seinendan

Untuk menambah anggota, Seinendan juga memindahkan Seinendan dan bagian putri (Josyi Seinendan). Seiring waktu, jumlah Seinendan terus bertambah hingga akhir pendudukan Jepang di Indonesia. Jumlahnya saat itu bahkan mencapai 500 ribu anak muda.

Tokoh perjuangan Indonesia yang pernah menjadi anggota Seinendan termasuk Latif Hendraningrat dan Sukarni.


3. Keibodan

Keibodan (Korps Kewaspadaan) adalah organisasi semimiliter yang anggotanya adalah kaum muda berusia antara 25 dan 35 tahun. Organisasi ini dibentuk pada tanggal 29 April 1943 dengan tujuan membantu Polisi Jepang selama pendudukan di Indonesia.

Keibodan juga mempunyai ketentuan utama sehingga setiap orang yang bisa masuk harus memiliki tubuh yang sehat dan kepribadian yang baik. Jika dilihat dari usia anggotanya, perilaku keagamaan lebih siap dan matang untuk membantu tentara Jepang dalam keamanan dan ketertiban.

Contoh kegiatan dalam membantu polisi adalah mengatur lalu lintas dan keamanan desa.

Organisasi Seinendan dan Keibodan didirikan di semua wilayah Indonesia, meskipun nama mereka berbeda. Misalnya di Sumatra dikenal sebagai Bogodan dan di Kalimantan disebut Borneo Konan Kokokudan / Sameo Konen Hokokudan. Selain dari Indonesia, penduduk Cina juga tahu organisasi ini sebagai Kakyo Keibotai.


4. Fujikai

Fujinkai (Asosiasi Wanita) adalah organisasi semi-militer Jepang yang terdiri dari wanita, dibentuk pada bulan Agustus 1943. Pembentukan organisasi ini diprakarsai oleh istri-istri karyawan daerah dan diketuai oleh istri-istri kepala daerah.

Baca Juga :  6 Pengertian Logika Menurut Para Ahli Dan Macam Serta Filsafat

Untuk anggota Fujinkai sendiri harus berusia minimal 15 tahun. Tugas utama Fujinkai adalah meningkatkan kesejahteraan dan kesehatan masyarakat melalui kegiatan dan kursus pendidikan. Ketika situasinya meningkat, Fujinkai dilatih dalam militer sederhana, bahkan pada tahun 1944, “Tentara Srikandi” dibentuk untuk membantu memerangi Sekutu.


5. Suishintai

Latar Belakang Suishintai

Latar belakang pembentukan Suishintai didasarkan pada keputusan pertemuan Chuo-Sangi-In (Dewan Penasihat Pusat). Salah satu keputusan pertemuan itu adalah merumuskan cara untuk meningkatkan kesadaran publik untuk memenuhi kewajiban dan membangun persaudaraan untuk mempertahankan tanah air mereka dari serangan musuh.

Pertemuan menghasilkan keputusan pertemuan pada tanggal 1 November 1944, yang kemudian Jepang membentuk organisasi yang disebut “Suishintai” dalam bahasa Indonesia “Barisan Pelopor”.


Tujuan Suishintai

Melalui organisasi ini, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat sehingga siap membantu Jepang dalam menjaga Indonesia.

Suishintai juga melakukan pelatihan militer untuk kaum muda, meskipun menggunakan peralatan sederhana (seperti bambu runcing dan senapan kayu). Selain itu, Suish senang tergerak untuk memobilisasi massa, memperkuat pertahanan dan hal-hal lain yang pada dasarnya untuk kesejahteraan rakyat.


Keanggotaan Suishintai

Organisasi semi militer ini juga unik karena pemimpinnya adalah seorang nasionalis, yaitu Ir. Soekarno (dibantu oleh RP Suroso, Otto Iskandardinata, dan Buntaran Martoatmojo). Di bawah naungan Jawa Hokokai, organisasi ini memiliki 60.000 anggota. Dalam organisasi ini, “Front Pelopor Khusus” dibentuk, terdiri dari 100 orang yang anggotanya dipilih dari berbagai asrama terkenal. Anggota-anggota “Front Pelopor Khusus” ini termasuk Supeno, D.N. Aidit, Johar Nur, Asmara Hadi dan Sudiro sebagai ketua.

“Barisan Pelopor Istimewa” di bawah kepemimpinan kaum nasionalis menyebabkan organisasi ini berkembang pesat. Organisasi semi-militer ini dapat menyalakan semangat nasionalisme dan rasa persaudaraan di Indonesia.


6. Kaikyo Seinen Teishinti (Hisbullah)

Hizbullah (Tentara Allah) merupakan organisasi semimiliter yang dibentuk Jepang dengan beranggotakan para sukarelawan khusus pemuda Islam.


Latar belakang dibentuknya Hizbullah

Sebagai hasil dari perang Asia Timur Besar, Jepang semakin terdesak dan menghadapi kesulitan karena banyak kekalahan. Situasi ini memicu Jepang untuk meningkatkan kekuatannya dengan merencanakan pembentukan sebanyak 40.000 pasukan cadangan (terdiri dari pemuda Islam).

Rencana Jepang dengan cepat menyebar di antara orang-orang dan segera disambut secara positif oleh tokoh-tokoh Masyumi, pemuda Islam Indonesia, dan pihak lain. Untuk Jepang, pasukan Islam digunakan untuk membantu memenangkan perang, tetapi untuk Masyumi pasukan Islam digunakan untuk mempersiapkan cita-cita kemerdekaan Indonesia.

Sehubungan dengan itu, para pemimpin Masyumi mengusulkan ke Jepang untuk membentuk pasukan sukarela yang khusus terdiri dari pemuda Islam. Kemudian pada tanggal 15 Desember 1944 dibentuklah sebuah organisasi semimiliter yang terdiri dari pasukan sukarelawan pemuda Muslim bernama Hezbollah (Tentara Dewa) dalam istilah Jepang Kaikyo Seinen Teishinti.


Tugas pokok Hizbullah

Sebagai tentara cadangan :

  1. Membantu tentara Dai Nippon.
  2. Melatih diri, jasmani dan rohani dengan segiat-giatnya.
  3. Menjaga bahaya udara dan mengintai mata-mata musuh.
  4. Menggiatkan dan menguatkan usaha-usaha untuk kepentingan perang.

Sebagai pemuda Islam

  1. Membela agama dan umat islam di Indonesia.
  2. Menyiarkan agama Islam.
  3. Memimpin umat Islam untuk taat beragama.
  4. Keanggotaan Organisasi Hizbullah
  5. Untuk mengoordinasikan program dan kegiatan Hezbullah, sebuah dewan pusat Hezbollah dibentuk. Kepala manajemen pusat adalah K.H. Zainul Arifin dan Wakilnya, Moh. Roem. Anggota komite lainnya termasuk Kyai Zarkasi, Prawoto Mangunsasmito dan Anwar Cokroaminoto.

Para anggota Hizbullah telah menyadari bahwa tanah Jawa adalah pusat pemerintahan tanah air Indonesia yang harus dijaga. Jika Jawa diserang musuh, Hizbullah akan mempertahankannya dengan antusiasme dan rasa nasionalisme yang tinggi.

Semangat ini tentu bukan untuk membela Jepang, tetapi untuk tanah air Anda tercinta. Jika barisan depan peringkat sebagai organisasi semi-militer di bawah naungan Jawa Hokokai, maka Hizbullah adalah organisasi semi-militer di bawah naungan Masyumi.


7. Gokukutai

Gokukutai (Barisan Pelajar) adalah organisasi yang mengikutsertakan pelajar untuk berperang karena desakan militer akibat peperangan.


Organisasi Militer Resmi Bentukan Jepang

8. Heiho

Heiho (Pasukan Bantuan Tentara Jepang) adalah organisasi yang terdiri dari tentara Indonesia untuk melakukan pertahanan militer, baik di Angkatan Darat dan Angkatan Laut.

Heiho dibentuk berdasarkan instruksi dari markas Markas Besar Tentara Kekaisaran Jepang pada tanggal 2 September 1942 yang kemudian pada bulan April 1945 menjadi cikal bakal organisasi ini.

  • Tujuan dan Kegiatan Heiho
Baca Juga :  Pengaruh Pergerakan PPPKI Pada Pergerakan Nasional Indonesia

Tujuan pendirian Heiho adalah sebagai asisten unit tentara dan dimasukkan sebagai bagian dari tentara Jepang. Kegiatannya adalah:

  1. Membangun pertahanan.
  2. Menjaga kamp pertahanan.
  3. Membantu tentara Jepang dalam peperangan.

Organisasi ini memang dikhususkan untuk sektor militer sehingga jauh lebih terlatih daripada organisasi lain. Heiho sendiri juga dibagi menjadi beberapa bagian, baik di angkatan darat, angkatan laut dan polisi.

Heiho juga menggunakan pasukannya sebagai kekuatan kasar yang dibutuhkan dalam peperangan, misalnya memelihara berbagai senjata perang dan memindahkan senjata dan peluru dari gudang ke truk.
Keanggotaan Heiho

Untuk menjadi anggota Heiho tidak mudah, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi. Kondisi-kondisi ini meliputi:

  1. Berusia antara 18 sampai 25 tahun.
  2. Berbadan sehat baik jasmani maupun rohani.
  3. Berkelakuan dan berkepribadian baik.
  4. Berpendidikan minimal sekolah dasar.

Jumlah anggota Heiho mencapai sekitar 42.000 (dari saat berdirinya hingga akhir periode pendudukan Jepang). Dari total, 25.000 di antaranya adalah orang Jawa. Namun, tidak ada yang memiliki pangkat perwira, karena pangkat resmi hanya untuk orang Jepang.


9. PETA

PETA (Pembela Tanah Air) merupakan organisasi militer yang dibentuk oleh Jepang dengan tujuan menambah unit tentara untuk memperkuat organisasi sebelumnya, yaitu Heiho.

Meskipun Jepang semakin didorong untuk berperang melawan Sekutu, Jepang terus berusaha membela Indonesia dari serangan sekutu. Karena Heiho dianggap tidak memadai, sebuah organisasi militer bernama PETA (Pembela Tanah Air) dibentuk.

  • Kapan PETA didirikan ?

PETA didirikan secara resmi pada tanggal 3 Oktober 1943 atas usulan dari Gatot Mangkupraja kepada Letnan Jenderal Kumakici Harada (Panglima Tentara Jepang ke-16). Pembentukan PETA ini didasarkan pada peraturan pemerintah Jepang yang disebut dengan Osamu Seinendan nomor 44.

  • Keanggotaan PETA

Banyak anak muda yang menjadi anggota Seinendan mendaftarkan diri sebagai anggota PETA. Anggota PETA yang bergabung berasal dari berbagai elemen masyarakat. Karena posisinya yang bebas (fleksibel) dalam struktur organisasi Jepang, PETA diizinkan untuk membuat posisi sehingga ada orang Indonesia yang menjadi perwira.

Ini menyebabkan komunitas tertarik pada organisasi ini dan kemudian bergabung dengan PETA. Sampai akhir pendudukan Jepang di Indonesia, jumlah anggota PETA berkisar dari 37.000 di Jawa dan 20.000 di Sumatera. Di Sumatra, organisasi ini lebih dikenal sebagai Giyugun (tentara sukarela).

Orang-orang PETA ini menghasilkan pemimpin berkualitas dari Indonesia, terutama di sektor militer. Di masa depan, para pemimpin ini mampu membawa perubahan pada kondisi tanah air Indonesia. Adapun tokoh-tokoh PETA yang terkenal dan membawa pengaruh besar termasuk, Jenderal Sudirman, Jenderal Gatot Subroto, Supriyadi dan Jenderal Ahmad Yani.


Perbedaan Antara Heiho dengan PETA

  • Heiho
  1. Organisasi Heiho secara resmi ditempatkan pada struktur organisasi tentara Jepang, baik Angkatan Darat maupun Angkatan Laut.
  2. Heiho bertugas untuk mengumpulkan pajak dari rakyat.
  3. Didirikannya Heiho bertujuan untuk membantu tentara Jepang berperang melawan Sekutu.
  4. Tidak ada orang Indonesia yang berpangkat perwira dalam Heiho, karena pangkat perwira hanya untuk orang
  5. Jepang (tidak diperbolehkan jadi perwira).
  • PETA
  1. Organisasi PETA tidak secara resmi ditempatkan pada struktur organisasi tentara Jepang, namun langsung di bawah pemerintahan Jepang.
  2. Organisasi PETA bertugas sebagai mata-mata Jepang, baik itu dalam membela atau mempertahankan tanah air Indonesia dari serangan Sekutu.
  3. Organisasi PETA bertujuan untuk membantu tentara Jepang berperang melawan Sekutu (sama dengan Heiho).
  4. PETA lebih fleksibel dalam kedudukannya, dalam hal kepangkatan ada orang Indonesia yang menjadi perwira (diperbolehkan jadi perwira).

10. Putera (Pusat Tenaga Rakyat)

Pusat Tenaga Rakyat atau Putera adalah organisasi yang dibentuk pemerintah Jepang di Indonesia pada 16 April 1943 dan dipimpin oleh Empat Serangkai, yaitu Soekarno, Hatta, Ki Hajar Dewantara dan Kyai Haji Mas Mansyur. Tujuan Putera adalah untuk membujuk kaum Nasionalis dan intelektual untuk mengabdikan pikiran dan tenaganya demi untuk kepentingan perang melawan Sekutu dan diharapkan dengan adanya pemimpin orang Indonesia, maka rakyat akan mendukung penuh kegiatan ini.

Dalam tempo singkat Putera dapat berkembang sampai ke daerah dengan anggotanya adalah kumpulan organisasi profesi seperti, Persatuan Guru Indonesia, perkumpulan pegawai pos, radio dan telegraf, perkumpulan Istri Indonesia, Barisan Banteng dan Badan Perantara Pelajar Indonesia serta Ikatan Sport Indonesia. Propaganda Tiga A yang disebarluaskan oleh Jepang untuk mencari dukungan rakyat Indonesia ternyata tidak membuahkan hasil memuaskan, karena rakyat justru merasakan tindakan tentara Jepang yang kejam seperti dalam kerja paksa romusha.

Baca Juga :  Sejarah Kerajaan Malaka : Letak, Politik, Munculnya, Ekonomi & Sosial

Oleh sebab itu pemerintah Jepang berupaya mencari dukungan dari para pimpinan rakyat Indonesia dengan cara membebaskan tokoh-tokoh pergerakan nasional antara lain Soekarno, Hatta dan Syahrir serta merangkul mereka dalam bentuk kerjasama. Para pemimpin bangsa Indonesia merasa bahwa satu-satunya cara menghadapi kekejaman militer Jepang adalah dengan bersikap kooperatif. Hal ini semata untuk tetap berusaha mempertahankan kemerdekaan secara tidak langsung. Berdasarkan pertimbangan tersebut, maka mereka sepakat bekerjasama dengan pemerintah militer Jepang dengan pertimbangan lebih menguntungkan dari pada melawan. Hal ini didukung oleh propaganda Jepang untuk tidak menghalangi kemerdekan Indonesia. Maka setelah terjadi kesepakatan, dibentuklah organisasi baru bernama Putera (Pusat Tenaga Rakyat).

Keberadaan Putera merupakan organisasi resmi pemerintah yang disebarluaskan melalui surat kabar dan radio, sehingga menjangkau sampai ke desa, namun tidak mendapatkan bantuan dana operasional. Meskipun kegiatannya terbatas, para pemimpin Putera memanfaatkan media massa yang disediakan untuk mengikuti dan mengamati situasi dunia luar serta berkomunikasi dengan rakyat.

Karena Putera tidak menguntungkan Jepang, Putera hanya bertahan selama setahun, lalu dibubarkan dan diganti dengan Jawa Hokokai.
Pusat Tenaga Rakyat atau Putera adalah organisasi yang dibentuk pemerintah Jepang di Indonesia pada 16 April 1943 dan dipimpin oleh Empat Serangkai, yaitu Soekarno, Moh Hatta, Suwardi Suryaningrat dan Kyai Haji Mas Mansyur.


Tujuan Putera

Tujuan Putera adalah untuk membujuk kaum Nasionalis dan intelektual untuk mengabdikan pikiran dan tenaganya demi untuk kepentingan perang melawan Sekutu dan diharapkan dengan adanya pemimpin orang Indonesia, maka rakyat akan mendukung penuh kegiatan ini. Dalam tempo singkat Putera dapat berkembang sampai ke daerah dengan anggotanya adalah kumpulan organisasi profesi seperti, Persatuan Guru Indonesia, perkumpulan pegawai pos, radio dan telegraf, perkumpulan Istri Indonesia, Barisan Banteng dan Badan Perantara Pelajar Indonesia serta Ikatan Sport Indonesia.


Propaganda Tiga A

Propaganda Tiga A yang disebarluaskan oleh Jepang untuk mencari dukungan rakyat Indonesia ternyata tidak membuahkan hasil memuaskan, karena rakyat justru merasakan tindakan tentara Jepang yang kejam seperti dalam kerja paksa romusha. Oleh sebab itu pemerintah Jepang berupaya mencari dukungan dari para pimpinan rakyat Indonesia dengan cara membebaskan tokoh-tokoh pergerakan nasional antara lain Soekarno, Hatta dan Syahrir serta merangkul mereka dalam bentuk kerjasama. Para pemimpin bangsa Indonesia merasa bahwa satu-satunya cara menghadapi kekejaman militer Jepang adalah dengan bersikap kooperatif. Hal ini semata untuk tetap berusaha mempertahankan kemerdekaan secara tidak langsung.

Berdasarkan pertimbangan tersebut, maka mereka sepakat bekerjasama dengan pemerintah militer Jepang dengan pertimbangan lebih menguntungkan dari pada melawan. Hal ini didukung oleh propaganda Jepang untuk tidak menghalangi kemerdekan Indonesia. Maka setelah terjadi kesepakatan, dibentuklah organisasi baru bernama Putera (Pusat Tenaga Rakyat).

Keberadaan Putera merupakan organisasi resmi pemerintah yang disebarluaskan melalui surat kabar dan radio, sehingga menjangkau sampai ke desa, namun tidak mendapatkan bantuan dana operasional. Meskipun kegiatannya terbatas, para pemimpin Putera memanfaatkan media massa yang disediakan untuk mengikuti dan mengamati situasi dunia luar serta berkomunikasi dengan rakyat. Karena Putera tidak menguntungkan Jepang, Putera hanya bertahan selama setahun, lalu dibubarkan dan diganti dengan Jawa Hokokai.


11. Kempetai (barisan polisi rahasia)

Kesatuan Kempetai merupakan satuan polisi militer Jepang yang ditempatkan diseluruh wilayah Jepang termasuk daerah jajahan. Kempetai dapat disandingkan dengan unit Gestapo milik Nazi Jerman, memiliki kesamaan dalam tugas sebagai polisi rahasia militer. Kempetai sangat terkenal karena kedisiplinan dan kekejamannya.


Baca Juga:

Sekian penjabaran diatas tentang 11 Organisasi Bentukan Jepang Di Indonesia Dan Tujuannya semoga bermanfaat bagi seluruh pembaca setia Pensil.Co.Id

11 Organisasi Bentukan Jepang Di Indonesia Dan Tujuannya
5 (100%) 7 vote[s]