7 Prakarya Merancang Alat Komunikasi Dan Pengembangannya

Diposting pada

Prakarya Merancang Alat Komunikasi

Cara Merancang Alat Komunikasi

Pembatalan produk baru selalu di mulai dengan munculnya gagasan, serta dengan desain alat komunikasi. Idenya tidak bisa muncul, jika kita tidak melakukan pemikiran yang brilian. Idenya bisa mungkin bila kita melakukan pengamatan tentang hal-hal di sekitar kita, pembicara dengan teman-teman dan juga informasi yang diperoleh dari buku-buku, koran, televisi, radio maupun internet.


Riset : Mengetahui, Mengenali, Memahami, dan Mengempati
 
Sebuah produk rekayasa telah ditemukan unsur dalam produk dan faktor-faktor yang berada di luar produk. Oleh karena itu sebelum ada daftar atau desain sebuah produk rekayasa, yang harus kita lakukan untuk mengetahui, mengenal, memahami, dan mengempati beberapa hal yang ada dalam produk, serta hal-hal yang berada di luar produk.

Apa yang ada dan terjadi di luar produk

  • Tentukan target pasar Anda atau pengguna pasar.
  • Kenalilah target pasar Anda atau pengguna pasar
  1. Fungsi apa yang di inginkan oeh pasar
  2. Bentuk apa yang disukai oeh pasar
  3. Wearna apa yang disukai oeh pasar
  4. Ergonomic yang sesuai oeh pasar
Dalam rangka untuk merancang casing untuk sebauh perangkat elektronik, misalnya alat komunikasi sederhana, kita harus berpikir tentang apa yang terjadi dan dalam produk.

Apa yang ada dan terjadi di dalam produk ?

Memahami fungsi sebuah sirkuit elektronik yang akan dikemas. Sebagai contoh, rangkaian elektronik alat komunikasi sederhana dengan sumber listrik DC, ada bagian dari fungsi dan karakter tertentu. DC sumber daya, seperti batas waktu penggunaan baterai, sehihingga sumber daya harus diperbarui atau diganti. Selubung di bagian tersebut harus dibuka dan ditutup untuk memudahkan penggantian batrai.


Transistor biasanya melepaskan panas sebanyak mungkin sehingga bagian yang memiliki ventilasi atau udara yang mendukung udara panas dan udara luar dapat masuk ke suhu kamar. Media komunikasi yang menggunakan suara menggunakan speaker yang mengeluarkan suara mic atau yang menerima suara. Dirancang untuk dapat mendukung fungsi-fungsi ini, misalnya dengan membuat lubang di suara speaker casing.

  • Mengetahui dimensi keseluruhan rangkaian, untuk menentukan dimensi keseluruhan produk.
  • Pikirkan komposisi dalam mungkin elemen dalam sebuah sirkuit elektronik untuk menentukan peluang pengembangan desain selubung. Komposisi dapat dilakukan dengan menempatkan semua tombol pada tingkat yang sama, atau bentuk, atau dipisahkan pada kedua sisi pembicara, atau selain ide penempatan mahasiswa.

Pengembangan Konsep Desain Selubung (casing)

Tahap kedua perancangan casing terdiri  4 Kegiatan yaitu barainstroming atau curah pendapat, rasionalisasi, pembuatan model atau penentuan desain Akhir….

Curah Pendapat (brainsroming)

Pemahaman tentang produk dan target akan menjadi dasar dari ide-ide konsep pengguna yang dapat dikembangkan untuk desain casing. Dalam proses brainstorming ini, merasa bebas untuk menghasilkan ide-ide dan beragam sebanyak mungkin. Berikan kesempatan juga untuk ide-ide yang muncul yang tidak masuk akal sekalipun.

Tuangkan ide-ide dalam sketsa. Kunci keberhasilan brainstorming di babak penyisihan grup tidak ada rasa takut salah. Setiap orang berhak atas pendapat, menghormati pendapat teman-teman, dapat memberikan gambaran tentang perkembangan ide sebelumnya, dan jangan lupa untuk mencatat setiap ide.

  • Rasionalisasi
Rasionalisasi adalah proses mengevaluasi ide-ide yang datang dengan beberapa pertimbangan teknis, Bagaimana sesuai proporsi dan ukuran produk yang mudah digunakan oleh manusia?

Catatan seketsa-seketsa yang bibuat, memilih ide yang dianggap baik dan potensi dalam membangun satu (atau lebih) konsep desain selubung. Mengembangkan ide-ide tersebut dengan rasional, dan tuangkan ke seketsa-seketsa.

Prototyping atau membuat studi model

Seketsa ide dibuat pada tahap awal adalah format dua dimensi. Casing produk yang akan dibuat adalah tiga dimensi. Dengan demikian studi lebih lanjut dilakukan dalam bentuk format tiga dimensi, yaitu studi tentang model.

Studi model dapat dilakukan dengan bahan yang tidak sebenarnya, dapat menggunakan kardus, styrofom, lilin (clay), tanah liat atau barang bekas. yang dapat digunakan dalam pembuatan model studi , lem, tape, (alat pemotong dan perekat).

Penentuan Desain Akhir

Hasil penelitian dapat dipilih dalam 3 model sampai 5 alternatif desain akhir. Penentuan desain akhir dapat dilakukan melalui diskusi atau evaluasi alternatif desain mungkin ada orang lain bersama dengan desainer. Proses evaluasi mengakibatkan beberapa umpan balik yang berguna dalam menentukan desain akhir yang dipilih.

Baca Juga:

 
Baca Juga :  Prakarya Materi Mengenal Kerajinan Tekstil (Modern & Tradisional)
Baca Juga :  7 Prakarya Merancang Alat Komunikasi Dan Pengembangannya
 
 
Demikian Penjelasan Tentang 7 Prakarya Cara Merancang Alat Komunikasi Dan Pengembangannya Semoga Bermanfaat Bagi Pembaca Pensil.Co.Id