Majas Hiperbola Adalah 5/5 (1)

Diposting pada

Majas Hiperbola

Majas Hiperbola Adalah – Pengertian,Fungsi, Ciri Dan Contohnya – Abdul Hadi mengatakan bahwa puisi adalah sebuah karya sastra yang merupakan hasil ungkapan pemikiran dan perasaan manusia yang terikat oleh irama, matra, rima, penyusunan lirik dan bait, dimana setiap kata yang dituliskan mengandung sebuah makna(Hadi).Menurut Herbert Spencer (Maghribi, 2017) puisi adalah bentuk pengucapan gagasan yang bersifat emosional dengan mempertimbangkan keindahan. Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa puisi adalah sastra tertulis yang diekspresikan dari imajinasi penyair.

Majas-Hiperbola-Adalah


Salah satu unsur pembentuk puisi yaitu bahasa figuratif (Kiasan). Menurut Pradobo dalam bukunya yang berjudul Pengkajian Puisi (Wardoyo, 2013)mengatakan bahwa bahasa figuratif adalah bahasa yang digunakan untuk mendapatkan kepuitisan. Bahasa figuratif terdapat empat jenis di antaranya yaitu : Personifikasi, Metafora, Simile dan Hiperbola(Wardoyo, 2013).


Berdasarkan penjelasan di atas, penulis tertarik untuk meneliti tentang Penggunaan Majas Hiperbola pada Puisi “LARIK SAJAK UNTUKMU”, “KITA BERJALAN BERDUA”, DAN “DONGENG ZHU”


Pengertian Majas

Menurut Wikipedia yang diambil dari Kamus Besar Bahasa Indonesia edisi ketiga 2002 (Archive) mengatakan bahwa majas merupakan pemanfaatan atas suatu kekayaan bahasa dan pemakaian ragam tertentu yang digunakan untuk menghidupkan sebuah sastra yang disampaikan baik secara lisan maupun tulisan.


Sedangkan menurut Henry Guntur Tarigan dalam buku Pengajaran Semantik (Archive)mengatakan bahwa majas adalah bahasa yang dipergunakan secara imajinatif, bukan dalam pengertian yang benar-benar secara alamiah yang dimana majas tersebut dipergunakan untuk meninggikan dan meningkatkan efek dengan memperkenalkan serta membandingkan benda atau hal tertentu dengan benda atau hal lain yang lebih umum. Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa majas adalah bahasa kiasan yang dilebih – lebihkan untuk memperindah makna sebuah puisi.

Baca Juga :  Pengertian Novel Menurut Para Ahli Dan Contoh, Jenis Serta Cirinya

Pengertian Majas Hiperbola

Majas hiperbola adalah majas yang digunakan untuk melebih-lebihkan suatu hal demi memperhebat dan meningkatkan kesan sehingga kesan tersebut dapat menarik perhatian dari pembaca(ilm).
Dapat disimpulkan bahwa majas hiperbola adalah majas yang mengandung unsur di lebih-lebihkan agar dapat menarik kesan si pembaca.


Majas Hiperbola pada Puisi “Larik Sajak Untukmu”

Dalam ungkapan (Wahai kau yang seputih salju,// Bersemayamlah bersama panas api// Bersatulah dengan dingin air) terdapat hal yang sangat dilebih-lebihkan seperti kau yang seputih salju, Bersemayamlah bersama panas api/ Bersatulah dengan dingin air. Pada kenyataannya tidak ada manusia yang memiliki kulit putih seperti salju, tidak ada pula manusia yang bisa diam bersama panasnya api, dan tidak ada pula manusia yang bisa bersatu dengan dinginnya air.


Dalam ungkapan (Begitu asin dan purba) terdapat hal yang sangat dilebih – lebihkan seperti Begitu asin dan purba. Pada kenyataannya kata “asin” diungkapkan bukan untuk menggambarkan perasaan seseorang, melainkan sebagai indra perasa dalam merasakan makanan. Kata “purba” ditunjukkan untuk menggambarkan tentang zaman yang ribuan atau jutaan tahun yang lalu. Kata “purba” yang digunakan dalam puisi di atas sangat dilebih – lebihkan karena sebuah kenangan manusia tidak akan timbul dari zaman ribuan atau jutaan tahun yang lalu.


Majas Hiperbola pada Puisi “Dongeng Zhu”

Dalam ungkapan (Inilah kain yang kutenun dalam tiga ratus purnama) terdapat hal yang sangat dilebih – lebihkan. Pada kenyataannya tidak ada manusia yang bisa menenun sebuah kain selama tiga ratus purnama, karena tidak ada manusia yang abadi.


Dalam ungkapan (Barangkali perahu Nuh akan berlabuh di pantai ini) terdapat hal yang sangat dilebih – lebihkan. Pada kenyataannya perahu Nuh ada pada zamannya yang terjadi pada puluhan abad yang lalu.

Baca Juga :  20 Contoh Dan Pengertian Kalimat Majemuk Beserta Jenisnya Lengkap

Dalam ungkapan (Datanglah bersama naga yang meliuk-liuk//Berwarna emas: warna para Dewa) terdapat hal yang sangat dilebih – lebihkan. Pada kenyataannya naga adalah hewan yang belum dapat dipastikan keberadaannya di dunia ini dan pada kenyataannya pula tidak ada yang tau pasti mengenai seperti apa warna para dewa.


Majas Hiperbola pada Puisi “Kita Berjalan Berdua”

Dalam ungkapan “Kita berjalan berdua : menggapai awan purnama//Masih saja kau terlena dongengan purba//Hawa yang memamah buah apel//Adam yang mendamba Hawa” ada hal yang sangat dilebih-lebihkan sekali, yakni pada pegambaran “Kita berjalan berdua : menggapai awan purnama”. Dalam faktanya manusia berjalan itu di permukaan bumi, tidak akan mungkin bisa berjalan sampai awan purnama.


Lalu dalam ungkapan“Masih saja kau terlena dongengan purba”, kalimat tersebut sangat dilebih-lebihkan faktanya manusia jaman sekarang tidak akan memikirkan masa lalu sampai zaman purba, zaman yang beribu-ribu tahun lalu.


Juga dapat dilihat dalam kalimat “Hawa yang memamah buah apel//Adam yang mendamba Hawa”, memang benar dalam cerita-cerita digambarkan kisah percintaan digambarkan seperti cinta Adam dan Hawa, dalam cerita Umat Islam pun memang disebutkan dalam Al-Quran tentang Kisah Adam dan Hawa, namun untuk faktanya dalam kisah percintaan manusia tidak ada kisah percintaan yang bisa menyamai kisah Adam dan Hawa.


Contoh Kalimat Majas Hiperbola

  1. Hatiku tersayat-sayat seperti tergores pisau.
  2. Seperti air dan minyak kita tidak akan bisa bersatu,tetapi hanya bisa bersama.
  3. Aku tak ingin terlalu mengharapkannya,karena aku dan dia bagaikan langit dan bumi.
  4. Tak ada harapan ini semua semu dan maya.
  5. Demi sesuap nasi,banyak orang bekerja keras banting tulang.
  6. Pembalap itu menaiki motor secepat kilat.
  7. Kata bijak kali ini tak semanis kata-kata motivator.
  8. Gombalanmu membuat hatiku menjadi beku tak berkutik.
  9. Menunggunya seperti menunggu bus jurusan kuburan yang tak akan pernah datang.
  10. Rajin belajar maka prestasimu akan mengguncang dunia.
  11. Bola matanya indah seperti bola pingpong
  12. Dibanding kepergianmu,senja lebih tahu cara berpamitan.
  13. Hatiku pilu tersayat pisau belati,melihatmu bersamanya.
  14. Jika memilikimu hanya sebuah ilusi,maka kamu ilusi terindahku.
  15. Seperti tertancap duri,hatiku sakit saat kita tidak bersama lagi
  16. Ini hati bukan taman bermain,jangan abaikanku bila kau tak mencintaiku.
  17. Kini aku hanya bisa memeluk erat bayangmu
Baca Juga :  Pengertian Membaca Indah Menurut Para Ahli Serta Syarat, Jenis & Manfaatnya

DAFTAR PUSATAKA
ilmusiana. [Dikutip: 27 Desember 2017.] http://www.ilmusiana.com/2015/05/majas-hiperbola-pengertian-dan-contoh.html#.
Archive, Idris.Idris Archive. [Dikutip: 27 Desember 2017.] https://kampusious.com/macam-majas/.
Hadi, Abdul.Softilmu. [Dikutip: 29 Desember 2017.] http://www.softilmu.com/2015/02/Pengertian-Ciri-Unsur-Intrinsik-Ekstrinsik-Puisi-Adalah.html.
Maghribi, Agusti Muhsy. 2017.satujam. 7 februari 2017. [Dikutip: 12 Desember 2017.] https://www.satujam.com/pengertian-puisi/.
Wardoyo, Sigit Mangun. 2013.TEKNIK MENULIS PUISI : Panduan Menulis Puisi untuk Siswa, Mahasiswa, Guru dan Dosen. Yogyakarta : Graha Ilmu , 2013.

Please rate this