Pengertian Kreativitas Tari Dan Penyusunan, Contoh Serta Prosesnya 5/5 (1)

Diposting pada

Kreativitas Tari

Kreativitas yang baik merupakan akualisasi dari pribadi yang positif. Antara lain harus memiliki inisiatif, keberanian dan kemampuan penalaran. Dalam menata sebuah tarian ada kalanya dimulai dari sebuah ide kemudian dikembangkan dalam bentuk gerak namun dimulai dengan merangkai gerakan kemudian mencari ide, yang terpenting gerak yang dipilih harus memiliki motivasi pembentukan tarian.
Penataan tarian dapat dimulai dengan cara eksplorasi gerak yang akan menghasilkan gerak yang baru. Dalam pengembangan selanjutnya eksplorasi diolah bersama ketiga elemen dasar pada seni tari yaitu gerak, wakru/time, ruang/pola dan tenaga.


Pengertian Kreativitas Tari

Kata kreatif bukan merupakan bukan hal yang asing kita dengar. Kata kreatif sering dikaitkan dengan membuat karya. Tari salah satu bidang yang dapat dijadikan sebagai objek kreativitas yang tinggi untuk menghasilkan karya seni yang baik.
Menyusun karya seni dapat menggunakan pembendaharaan gerak yang belum terpola sebelumnya yaitu dengan cara melakukan eksplorasi gerak, inprovisasi gerak dan komosisi gerak yaitu penyusunan gerak menjadi sebuah tarian. Pengalaman dan kemampuan seseorang baik secara teoritis maupun praktek dapat dijadikan bekal dalam mewujudkan kreatifitas yang diwujudkan dalam karya seni.
Mencipta merupakan dorongan untuk merasakan, menentukan dan menuangkan ide-ide yang ada untuk dikembangkan. Tari tidak diciptakan secara instan, terdapat sebuah proses atau langkah-langkah yang harus dipenuhi dalam menciptakan tarian. Proses dalam menciptakan atau membuat karya tari dimulai dari mencari ide-ide, yaitu melalui eksplorasi, improvisasi, dan pembentukan (komposisi).

Proses Kreativitas Tari

Pada dasarnya setiap orang memiliki potensi kreatif. Meskipun dalam kadar yang berbeda, karena setiap orang memiliki kemampuan dan intensitas yang berbeda. Namun kreatif dapat dikembangkan melalui dendidikan dan latihan-latihan.
Seperti menggambar jika tidak mencoba dan melakukan latihan secara rutin maka gambar yang dapat dibuat hanya pemandangan gunung saja. Kreativitas tidak muncul begitu saja, tetapi harus melalui proses berlatih dahulu yaitu dengan mencoba, melakukan dan berlatih secara berkelanjutan.
Kreativitas seseorang dapat dilihat dari hasil akhir kreatif yaitu karya. Hasil akhir tersebut dapat dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal seperti faktor lingkungan, sarana, keterampilan, identitas, orisionalitas, dan apresiasi. Mnegapa sebuah karya harus orisionalitas? Apa penebabnya jika karya tersebut tidak orisinil?
Proses preativitas tari dapat dilakukan dengan tahapan yaitu:
  1. Eksplorasi gerak, yaitu proses berfikir, imajinasi merasakan dan merespon dari suatu objek yang kita jadikan sebagai bahan karya seni.
  2. Improvisasi yaitu spontanitas karena memiliki kebebasan dalam gerak dapat dilakukan mulai gerak yang sederhana kemudian dikembangkan.
  3. Komposisi atau pencitaan karya seni yaitu menata, mengatur dan menata bagian-bagian sehingga satu dengan yang lainnya saling menjalin menjadi satu kesatuan yang utuh.

Menyusun Karya Tari

Dalam menyusun karya tari dapat mempergunakan gerak tradisi yang sudah ada atau melalui pencairan gerak yang belum terpola sebelumnnya. Perlu diperhatikan bahwa tari sebagai ekspresi seni menurut kemampuan lebih dari sekedar merangkai gerak menjadi sebuah koreografi, melaikan harus memiliki nilai estetis.
Setelah gerak-gerak yang maksud telah terkumpul, lalu dirangkai menjadi tarian. Menyusun gerak yang baik adalah memadukan gerak maknawi dengan gerak murni, dirangkai sesuai dengan tema yang sudah ditentukan dan sudah mencangkup arah gerak dan arah hadap.
Arah memberikan orientasi pada tarian. Ada dua macam arah dalam menari, yaitu:
  1. Arah Hadap, menunjukan kemana penari menghadap, ke kanan, ke kiri, ke depan, ke belakang, menengadah atau menunduk.
  2. Arah Gerak (lintas gerak), menunjukan kemana penari akan bergerak, membuat lingkaran, zig zag, berjalan maju dan mundur, serong diagonal, spiral dsb.
  • Level
Tingkat jangkauan gerak atau tinggi rendahnya gerak.
Ada tiga level dalam menari, yaitu:
  1. Level Tinggi    :Meloncat
  2. Level Sedang    :Membungkuk
  3. Level Rendah    :Duduk
Dari hasil pengolahan suatu gerakan atau gerak yang telah mengalami sitisasi atau distoris lahir dua jenis gerak tari. Pertama gerak tari yang bersifat gerak murni dan yang kedua bersifat gerak maknawi.
Gerak murni adalah gerak tari dari hasil pengolahan gerak yang dalam pengungkapannya tidak mempertimbangkan suatu pengertian dari gerak tari tersebut. Disini yang dipertimbangkan adalah faktor nilai keindahan gerak tarinya saja. Misalnya gerak-gerak memutar tangan pada pergelangan tangan, beberapa gerak leher seperti pancak-jangga di Jawa, dan sebagainya.
Sedangkan yang dimaksud dengan gerak maknawi adalah gerak wantah yang telah diolah menjadi suatu gerak tari yang dalam pengungkapanya mengandung suatu pengertian atau maksud disamping keindahannya.
  • Desain
Penataan tari yang baik juga memeprhatikan desain tari. Desain adalah garis yang terlihat oleh penonton yang ditimbulkan oleh gerak penari. Garis yang dilalui di lantai oleh para penari disebut desain bawah. Misalnya, garis diagonal, horizontal, zig zag, spiral dll. Garis yang dilihat oleh penonton sebagai gerakan penari diatas pentas adalah desain atas.  Contohnya, loncatan, gerak payung, dan pita.
Merangkai gerak agar menarik perlu ada adanya keseimbangan dasar dengan elemen lainya, yang perlu diperhatikan yaitu sebagai berikut.
  1. Irama sebagai pengiring dan pemertegas gerak
  2. Penguasaruangan dengan desain atas, bawah dan medium
  3. Penataan komposisi penari untuk mengatasi kejenuhan susuai dengan jumlah penari
  4. Pengguanan rias dan busana yang selaras danmencerminkan tema.
Desaim musik merupakan bagian yang penting dalam tari, musik merupakan bagian pendukung dalam seni tari yaitu sebagai pengiring, memberi suasana dan memberikan ilustrasi (ekspresi). Musik juga mengatur cepat lambatnya gerak dan membantu mewujudkan dramatik.
  • Menampilkan Karya Tari dengan Iringan
  • Menampilkan tari Lenggang Patah Sembilan
Dinamakan tari Lenggang Patah Sembilan karena sesuai dengan pepatah Melayu lama. “Lenggang Patah Sembilan, semut dipijak tidak mati, antan terlan patah tiga”. Makna yang tesirat pada tarian mengungkapkan corak tarian ini sanagt lembut namun pasti.
Menyatakan bahwa seserang itu harus memiliki budi pekerti yang halus dan luhur, tetapi mempunyai ketegasan dalam berfikir dan bertindak. Lagu yang mengiringi tarian ini adalah Kuala Deli, Damak, Makan Sirih, Arak Tiung, Tunduk Periuk, Batu belah, tudung Saji, Mas Merah, Burung Putih.

Baca Juga

Baca Juga :  8 Pengertian Ekologi Menurut Para Ahli Serta Konsep Dan Cabang Ilmunya
Baca Juga :  Prakarya Pengemasan Produk Kerajinan Tekstil Dan Contohnya
Demikian Penjelasan Tentang Pengertian Kreativitas Tari Dan Penyusunan, Contoh Serta Prosesnya Semoga Bermanfaat Untuk Semua Pembaca Pensil.Co.Id

Please rate this