Rangkuman Kerajaan Hindu Budha Di Indonesia Dan Peninggalannya

Diposting pada

Kerajaan Hindu Budha

Rangkuman Kerajaan Hindu Budha

Indonesia memiliki banyak keanekaragaman seni dan budaya. Sistem pemerintahan di Indonesia berupa kerajaan, ada kerajaan bercorak Hindu- Budha dan ada juga kerajaan Islam. Sebelum akhirnya sistem pemerintahan Indonesia menjadi repubkik. Yang akan dibahas disini adalah mengenai kerajaan-kerajaan yang bercorak Hindu-Budha di Indonesia.


Dengan pembelajaran ini pengetahuan kita tentang sejarah kerajaan-kerajaan Hindu-Budha semakin bertambah. Kita juga dapat mengetahui bagaimana proses pemerintahan, perkembangan, bahkan faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya kemunduran hingga keruntuhan kerajaan-kerajaan tersebut.


Kutai

  1. Kerajaan Hindu tertua di Indonesia
  2. Letak: hulu Sungai Mahakam, Kalimantan
  3. Nama Kutai diambil dari nama tempat ditemukannya prasasti yang menggambarkan kerajaan tersebut.
  4. Sumber sejarah utama : 7 buah yupa
  5. Kudunggaa : nama masih local, belum ada pengaruh India.
    punya anak >> Aswawarmans : nama dipengaruhi Sansekerta. Dianggap Wangsakerta. punya anak >> Mulawarmanaraja yang memerintah pada saat keemasan
  6. Ekonomi: bertani, berdagang
  7. Sosial: masyarakat sudah teratur, kerdapat penggolongan kelas masyarskat (brahma, Ksatria, masayarakat umum)
  8. Budaya dan Agama: Dipengaruhi kebudayaan India, golongan Brahma dan Ksatria menganut agama Hindu, masyarakat umum masih menganut kepercayaan asli setempat.

Tarumanegara

  • Sumber sejarah:

7 prasasti:

  1. Ciaruteun (ditemukan di Desa Ciampea, Bogor)
  2. Kebon Kopi
  3. Jambu
  4. Muara Cianten (belum dapat diartikan)
  5. Tugu
  6. Pasir Awi (belum Dapat Diartikan)
  7. Munjul

Catatan dari Cina

  1. Catatan Fa-Hsein
  2. Catatan Dinasti Sui
  3. Catatan Dinasti Tang
  • Raja yang memerintah (menurut prasasti Ciaruteun) adalah Purnawarman.
  • Purnawarman menggali Sungai Gomati pada tahun pemerintahannya yang ke-22 (menurut prasasti tugu)àmembuat saluran irigasi
  • Ekonomi: Bertani (dengan irigasi), berdagang
  • Sosial: masyarakat sudah teratur, masyarakat terbagi dalam kasta dengan peranan masing-masing, masyarakat yang mendominasi: petani, pedagang, nelayan.
  • Budaya dan Agama: mengenal huruf pallawa&bahasa sansekerta, bahasa pergaulan: bahasa Kun Lun (dari Cina), agama yang berkembang:Hindu, Budha, agama asli.

Melayu

  • Kerajaan Budha di Sumatra (abad 6-7), diperkirakan berpusat di daerah tepi Sungai Batanghari, Jambi
  • Sumber sejarah:
    1. Banyak Candi dan Arca
    2. Catatan I-Tsing (abad 7)àKerajaan Melayu disebut sebagai bagian dari Kerajaan Sriwijaya
    3. Kitab Negarakertagama (abad 13)àKertanegara mengadakan ekspansi ke Sumatra, espedisi tersebut diberi nama Ekspedisi Pamalayu
  • Pada abad 17, Adityawarman (putra dari Adyawarman) memerintah. Setalah itu digantikan anaknya, Anangwarman. (Adyawarman→Adityawarman→Anangwarman)
  • Ekonomi: perdagangan dan pelayaran.
  • Agama dan Budaya: Mayorita memeluk agama Budha (dibuktikan dengan penerimaan patung Budha Amongphasa pemberian Kertanegara)

Sriwijaya

  • Muncul pada abad 6
  • Pusat: Sungai Batanghari, pantai timur Sumatra.
  • Sumber Sejarah:
    1. Catatan I-Tsing (tahun 685-689 I-Tsing pernah tinggal di Sriwijaya, tahun 692 I-Tsing kembali ke Sriwijaya, Kerajaan Melayu sudah dikuasai Sriwijayaà sriwijaya menaklukan kerajaan-kerajaan di sekitarnya)
    2. Prasasti Kedukan Bukit (menceritakan Dapunta Hyang menaklukan Minangtamwan-Jambiàmenjadi kerajaan maritime dan perdagangan)
    3. Prasasti Nalanda Dan Prasasti Ligor (menceritakan tentang Balaputradewa)
  • Raja-raja:
  • Dapunta Hyang :
  1. Menaklukan daerah Minangtamwan, Jambi (dulu kerajaan Melayu).
  2. Dengan dikuasainya Jambi, Sriwijaya memulai debut sebagai kerajaan maritime dan memiliki peran penting dalam perdagangan di Selat Malaka.
  3. Pada abad 7, Sriwijaya melakukan ekspansi ke arah selatan. Menguasai perdagangan Jawa di  Selat Sunda.
  • Balaputradewa
  1. Masa Keemasan Sriwijaya
  2. Melakukan perluasan ke arah utara (Semenanjung Malaka, Selat Malaka, dan Laut Cina Selatan)
  3. Sejarahnya dimuat dalam Prasasti Nalanda dan Prasasti Ligor.
  • Sri Sanggrama Wijayatunggawarman
  1. Hubungan dengan Kerajaan Chola di India menjadi renggang karena Raja Rajendracoladewa mengadakan penyerangan terhadap daerah Sriwijaya di Semenanjung Malaya pada tahun 1017, 1025, 1068.
  2. Penyerangan menyebabkan kemuduran SriwijayaàChola mengambil alih pengaruh perdagangan dan politik
  • Ekonomi: pusat perdagangan internasional, kerajaan maritime metropolitan, komoditas: emas, gading, perak, dammar, rempah.
  • Sosial: masyarakat majemuk, mengenal stratifikasi social.
  • Budaya dan Agama: agama kerajaan: Budha, pusat pendidikan agama Budha di Asia Tenggara.

Mataram Kuno

  • Pusat kerajaan (disebut bhumi mataram) terletak di pedalaman Jawa Tengah. Daerah tersebut banyak pegunungan dan sungai (S. Bogowonto, S. Progo, S. Bengawan Solo).
  • Pusat kerajaan pernah pindah ke Jawa Timur, karena:
    1. Serangan dari Sriwijaya pada abad 7-9 yang mendesak Mataram ke arah timur
    2. Terjadi letusan gunung berapi yang dianggap sebagai tanda kehancuran dunia, sehingga letak kerajaan di Jawa tengah dianggap tidak layak lagi ditempati.
  • Ekonomi : Bertani danbeternak, perdagangan dilakukan bergilir sesuai hari pasaran jawa, komoditas: kapur barus, rempah, gading, emas
  • Sosial : Kehidupan social amsyarakatnya sudah bersentuhan dengan masyarakat luar kerajaan Mataram Kuno (lewat perdangan)
  • Budaya dan Agama : mayoritas Hindu dan Budha Mahayana, berkembang cerita Ramayana dan Mahabarata (dalam bahasa Jawa Kuno/kawi)

Dinasti Sanjaya

Sumber Sejarah:

  • Prasasti Canggal di Candi Gunung Wukir

Berisi gambaran politik Mataram Kuno

Baca Juga :  4 Contoh Penyiksaan Quraisy Terhadap Rasulullah Dan Para Pengikutnya
  • Kitab Carita Parahyangan

Berisi catatan mengenai masa pemerintahan Raja Sanna dan Raja Sanjaya

  • Prasasti Balitung/Mantyasih

Berisi silsilah pemerintahan Dinasti Sanjaya

  • Candi Canggal

Kuil pemujaan Hindu Siwa

  • Candi Sewu, Candi Plaosan, Candi Kalasan

Candhi pemujaan Budha

  • Prasasti Ratu Boko

Berisi erang saudara antara Rakai Pikatan dan Balaputradewa

  • Prasati Nalanda

Berisi catatan bahwa Raja Dewalapala member hadiah tanah di swarnadwipa pada Balaputradewa àBalaputradewa hijrah ke Sumatra setelah perang saudara.

  • Candi Prambanan

Dibangun ketika dinasti sanjaya dan dinasti syailendra bersatu karena perkawinan Pramodhawardhani-Rakai Pikatan

  • Prasasti Siwagrha

Menyatakan bahwa Rakai Pikatan dan raja-raja mataram Kuno selanjutnya beragama Hindu


Raja-Raja:

  • Sanna
    1. Pendiri Mataram Kuno
    2. Masa pemerintahannya diceritakan di Kitab Carita Parahyangan
  • Sanjaya
    1. Keponakan Sanna
    2. Pendiri Dinasti Sanjaya (menurut Prasasti Balitung)
    3. Pemerintahannya diceritakan di kitab Carita Parahyangan
    4. Menyebarkan Hindu di Jawa dengan cara mengundang pendeta Hindu untuk mengajar di Mataram Kuno
    5. Membangun candi-candi pemujaan, misalnya Candi Canggal (tahun 732)
  • Rakai Panangkaran
  1. Mendirikan banyak candi, missal Candi Sewu, Candi Plaosan, Candi Kalasan.
  2. Beragama Budha
  • Rakai Warak
  • Rakai Garung
  • Rakai Pikatan :
  1. Melakukan politik perkawinan. Menikah dengan Pramodawardhani (anak Samaratungga) dari Dinasti Syailendra untuk menguasai tanah jawa.
  2. Politik perkawinan tidak berjalan lancer, setelah Samaratungga wafat, yang naik atahta malah Balaputradewa (adik tiri dari Pramodawardhani)
  3. Terjadi perang saudara antara Balaputradewa dengan Rakai Piktan (Prasasti Ratu Boko.
  4. Balaputradewa kalah, hijrah ke Sumatra, menjadi raja di Sriwijaya
  5. Membangun Candi Prambanan
  6. Menganut agama Hindu (menurut Prasasti Siwagrha)
  • Rakai Kayuwangi (Dyah Lokapala) :
  1. Dibantu dean penasihat yang terdiri dari 5 patih + 1 mahapatih
  • Rakai Watuhumalang
  • Dyah Balitung (Sri Maharaja Rakai Watukura Dyah Balitung Dharmodaya Maha Dambhu) :
  1. Menulis Prasasti Balitung
  2. Menyatukan Mataram Kuno dari ancaman perpecahan
  3. Menambah susunan hierarkhi: Rakryan I hino (tangan kanan raja), Rakryan I Halu dan Rakryan I Sirikan (pendamping Rakryan I Hino). Hirarki ini diteruskan oleh kerajaan hindu setelahnya (missal Kediri, Singosarai)
  • Sri Maharaja Daksa :
  1. Rakryan I Hino pada masa pemerintahan Balitung
  2. Memerintah tidak lama
  • Sri Mararaja Tulodhong :
  1. Masa pemerintahannya tidak lama
  • Sri Maharaja Rakai Wawa :
  1. Pada masa pemerintahannya terjadi kekacauan dari dalam, sriwijaya mendesak, Gunung Merapi meletus
  • Mpu Sindok:
  1. Rakryan I hino pada masa pemerintahan Rakai Wawa

Dinasti Syailendra

  • Berkuasa di daerah Bagelan dan Yogyakarta
  • Sumber sejarah
  1. Prasasti Kalasan
    Menceritakan Raja Wisnu memerintah Rakai Panangkaran (dari dinasti Sanjaya) untuk mebangun kuil Dewi Tara dan vihara  bagi pendeta. Rakai Panangkaran memberikan Desa Kalasan bagi Sanggha Budha
  2. Prasasri Kelurak
  3. Prasasti Ratu Boko
    Menyebutkan Balaputradewa kalh dalam perang saudara dengan Pramodhawardhani dan hijrah ke Sriwijaya
  4. Prasasti Nalanda
    Menyebutkan asal-usul Balaputradewa

  • Raja-raja
    1. Wisnu
      Memerintahkan Rakai Panangkaran untuk mendirikan candi Kalasan
    2. Indra
      Melakukan ekspansi untuk menguasai daerah-daerah di Selat Malaka
      Melaksanakan politik perkawinan dengan menikahkan anaknya (Samaratungga) dengan putri raja Sriwijaya (yang menghasilka Balaputradewa)
    3. Samaratungga
      Membangun Candi Borobudur
      Punya 2 anak: Pramodhawardani dan Balaputradewa
    4. Balaputradewa
      Perang dengan suami Pramodhawardhani, Rakai Pikatan
      Kalah dalam perang saudara, melarikan diri ke tanah kelahiran ibunya , Sriwijaya, dan menjadi Raja di sana.

Medang Kemulan

  • Terletak di muara Sungai Brantas, Jawa Timur.
  • Ibukota: Watan Mas
  • Pada awalnya daerah kekuasaan mencakup Nganjuk, Surabaya, Pasuruan, dan Malang. Tapi dalam perkembangannya wilayah kerajaan mencakup hamper seluruh wilayah Jawa Timur
  • Sumber Sejarah:
  1. Prasasti Mpu Sindok
    Menyebutkan nama permaisuri Mu Sindok: Mpu Kebi
  2. Prasasti Kalkuta
    Berasal dari Raja Airlangga. Berisi silsilah keturunan Raja-raja.
  3. Prasasti Cunggrang dan Prasasti Geweg
    Menyebutkan nama permaisuri Mpu Sindok: Mpu Kebi (Sri Prameswari Wardhani Mpu Kebi
  4. Prasasti Pucangan
    Menceritakan penyerangan dari Kerajaan Wurawari dari Waram.
  • Raja-raja:
  1. Mpu Sindok
    Mendirikan Medang setalah memindahkan pusat kerajaan Mataram Kuno ke Jawa Timur.
    Mempunyai Istri bernama Mpu Kebi
    Salah seorang Putra Mahkota Kerajaan Mataram (menurut prasasti Kalkuta)
  2. Sri Dharmawangsa (Teguh Anantawikramattanggadewa)
    Pada masa pemerintahannya, terjadi penyerangan dari Kerajaan Wurawari (menurut Prasasti Pucangan)
    Dalam peristiwa penyerangan ituSri Dharmawangsa wafat dan Airlangga (menantu Dharmawangsa) bersama Narottama (pengawalnya) melarikan diri ke Hutan Wonogiri selama 2 tahun.
  3. Airlangga
    Setalah 2 tahun bersembunyi di hutan, kembali menguasai Medang pada tahun 1019
    Tahun 1029 berhasil mengalahkan Raja Wishnupraba dari Waratan.
    Tahun 1030 berhasil mengalahkan Raja Wengke
    Tahun 1032 dapat menaklukan kerajaan wurawari
    Menunjuk putrinya , Sanggrama Wijayatunggadewi, untuk menjadi penerusnya, tetapi sang putrid memilih mnjadi pertapa
    Membagi kerajaan menjadi 2: Jenggala (ibukota: Kahuripan) dan Panjalu/Kediri (ibukota:Daha). Hal ini untuk mencegah perebutan tahta oleh 2 putranya.
  • Ekonomi: perdagangan dan pelayaran; komoditas: porselen, beras, daging, kayu; ada bendungan untuk irigasi dan perikanan (dibuat di jaman Mpu Sindok)
  • Sosial: masyarakat tersusun secara hirarjis; birokrasi berjalan sesuai fungsinya;profesi mayoritas: petani, pedangang, nelayan.
  • Budaya dan agama: kebudayaan berkembang dengan baik; ada desa perdikan/sima (desa yang dibebaskan dari pajak karena harus memelihara bangunan suci)
Baca Juga :  Pengertian Goodwill Dalam Ekonomi Bisnis & (Negatif) Serta Contohnya

Kediri

Sumber sejarah :

  • Prasasti Kerajaan Kediri (thun 1104)

Ditulis Sri Jayawarsha. Berisi Sri Jayawarsha mengaku titisan Dewa Wisnu (seperti Erlangga)

  • Kitab Kakawin Smaradhana

Ditulis Mpu Dharmaja. Menceritakan Bameshwara adalah keturunan pendiri dinasti isyana yang menikah dengan Chandra Kirana (putrid Jenggala)

  • Jangka Jayabhaya

Berisi ramalan Jayabhaya

  • Kakawin Bhratayuddha

Berisi cerita perang saudara dengan kerajaan Jenggala

  • Prasasti Ngantang

Menceritakan kemenangan Kediri dalam perang saudara dengan Jenggala.


Raja-raja :

  • Sri Jayawarsha
  1. Mengaku titisan Deawa Wisnu (menurut prasasti Kerajaan Kediri)
  • Bameswara
  1. Menikahi Chandra Kirana (putrid Jenggala)
  • Jayabhaya
  1. Menulis Jankgka Jayabhaya
  2. Pada masa pemerintahannya terjadi perang saudara dengan Jenggala. Akhirnya menang dan mempersatukan dengan Jenggala
  • Sarweswara
  • Aryyeswara
  • Gandra
  1. Meneyempurnakan struktur pemerintahan dengan member nama hewan bagi pejabat sebagai tanda pangkat
  • Kameshwara
  1. Pada masa pemerintahannya, karya sastra berkembang pesat
  • Kertajaya
  1. Pada masa pemerintahannya terjadi ketidakstabilan karena Kertajaya mengurangi hak istimewa kaum Brahmana.
  2. Terjadi pemberontakan di Tumapel, dipimpin Ken Arok
  3. Terjadi perpindahan para brahmana dari Kediri ke Tumapel
  4. Kertajaya mengerahkan pasukan Kediri untuk menyerbu Tumapel
  5. Perang dengan Ken Arok terjai di Ganter, dimenangkan Ken Arok
  • Ekonomi: pertanian dan perdagangan; hasil tani utma: beras; komoditas: gading, cendana, emas; pajak berupa hasil bumi; barter dengan uang emas-perak
  • Sosial: masyarakat teratur; rumah sduah baik; hukuman:denda dan mati; martabat seseorang ditentukan kelakuannya
  • Budaya dan Agama: perkembangan sastra maju; ada ramalan Jangka Jayabhaya; memuja para dewa.

Singasari

  • Sumber sejarah :
  1. Kita Pararaton
  2. Kitab Negarakertagama
  • Rja-raja
    1. Ken Arok
      • Istri pertama Ken Umang, anak: Panji Tohjaya, Panji Sudhatu, Panji Wregola, Dewi Rambi,
      • Istri kedua: Ken Dedes (istri dari Tunggul Ametung yang dibunuhnya dulu. Anak: Mahisa Wong Ateleng, Panji Sabrang, Agni Bhaya, Dewi rimbu, dan Anusapati (anak tiri Ken Arok, anak dari Tunggul Ametung).
      • Dibunuh oleh Anusapati dengan keris Mpu Gandring
    2. Anusapati
      • Dibunuh Panji Tohjaya dengan keris Mpu Gandring
    3. Tohjaya
      • Terjadi emberontakan yang digerakkan Ranggawuni (anak Anusapati) dibantu Mahisa Wong Ateleng dan Mahisa Cempaka.
    4. Ranggawuni
      • Memverikan kedudukan sebagai Ratu Angabhaya pada Mahisa Cempaka
    5. Kertanegara
      • Anak dari Ranggawuni
      • Melakukan ekspansi, menaklukan ke Kerajaan Melayu dengan nama Ekspedisi Pamalayu. Penaklukan tsb diabadikan dengan Patung AmogapashaTujuan penaklukan Kerajaan Melayu: menghadang rencana Ekspansi Kubilai Khan.
      • Menolak mengirim upeti dan malah memotong anggota badan utusan Kubilai Kahan (Meng K’i). Menyebabkan kemarahan Kubilai Khan, sehingga memicu timbulnya serangan dari Cina.
      • Penyerangan tersebut dimanfaatkan oleh Jayakatwang(Raja Kediri) untuk merebut kekuasaan
      • Pada saat terjadi serangan, Kertanegara sedang melakukan upacara Tantrayana, sehingga dengan mudah dikalahkan. Kediri merebut kekuasaan Singasari.
    6. Ekonomi: pertanian, perdagangan, kerajinan; kegiatan perdagangan dilakukan selama 5 hari pasaran, perdagangan dengan luar kerajaan sudah baik.
    7. Sosial: terbagi 2 kela:bangsawan dan rakyat; pejabat memiliki wilayah yang dapat dikenakan pajak untuk membayar upeti pada raja;dibangun desa menurut hari pasaran jawa
    8. Budaya dan Agama: hair karya Mpu Tanakung dan kitab Lubdhaka; dipengaruhi budaya hindu; agama mayoritas Hindu; masyarakat berkesempatan mendapat pendidikan;kebudayaan seni pertunjukan maju pesat.

Bali

  • Sumber sejarah
  1. Prasasti Sanur
  • Raja-raja
    1. Sri Kesariwarmadewa
      • Raja pertama Bali dari Dinasti Warmadewa
      • Mengalahkan suku pedalaman Bali dan memerintah Bali dengan pusat di Singhamandawa
    2. Ugrasena
      • Membuat beberapa kebijakan antara lain pembebasan beberapa desa dari pajak karena dijadikan sumber penghasil kayu
      • Membangun tempat suci dan pesanggrahan bagi peziarah
    3. Tabanendra Warmadewa
      • Istri: Sri Luhur Subhardika Dharmadewi
      • Membangun pemandian suci Tirata Empul di Manukraya dekat Tampak Siring
    4. Jayasingha Warmadewa
    5. Jayasadhu Warmadewa
    6. Ratu Sri Maharaja Sri Wijaya Mahadewi
      • Diperkirakan sebagai putrid dari Mpu Sindok dari Mataram Kuno
    7. Dharma Udayana Warmadewa
      • Politik perkawinan antara Udayana dengan Gunapriya Fharmapatni/Mahendrata (cicit Mpu Sindok)
      • Banyak prasasti dalam huruf Nagari dan kawi, bahasa Bali Kuno dan Sansekerta
    8. Marakatapangkaja
      • Putra kedua Udayana, adik Airlangga
      • Menjadi raja karena Airlangga menjadi raja Medang (Airlangga menikah dengan putrid Darmawangsa dari Medang)
      • Memperhatikan kesejahteraan rakyatnya
      • Membangun candi di Gunung Kawi
    9. Anak Wungsu
      • Adik Marakatapangkaja
      • Menegeluarkan 28 prasasti yang menceritakan kegiatan pemerintahannya
      • Raja dari Dinasti Warmadewa yang terakhir, karena tidak punya keturunan
    10. Sri Walaprabu
    11. Sri Sakalendukirana
    12. Sri Suradhipa
    13. Jayasakti
    14. Ragajaya
    15. Jayapangus
    16. Paduka Batara Sri Artasura
      • Berusaha mempertahankan kemerdekaan Bali dari serangan Majapahit, tapi akhirnya gagal.
      • Tahun 1343, Bali dikuasai Majapahit
    17. Ekonomi: pertanian, peternakan, perkebunan
    18. Sosial: ada kasta catur warna (tapi tidak seketat India); ketika diserang Majapahit, muncul kelompok Wong Majapahit; selain kasta, masyarakat dibagi berdasarkan pembagian tugas.
    19. Budaya dan Agama: Hindu dan kepercayaan nenek moyang
Baca Juga :  Pengertian Moral Menurut Para Ahli Dan Contoh Serta Nilainya

Pajajaran

  • Sumber sejarah
    1. Kitab Pararaton

Menceritakan perang Bubat

  • Prasasti Batu Tulis

Menyebutkan gnama lain Hyang Bunisora: Prabu Guru Dewataprani

  • Catatan Tome Pires

Menyebutkan bahwa di wilayah timur Pajajaran telah terdapat banyak penagnut Islam. Pengaruh islam (dari kerajaan Demak) belum masuk sampai ke pusat kerajaan.

  • Raja-raja
    1. Sena
      • Pada masanya, tahta pernah direbut oleh Purbasora (saudaranya), tapi dapat direbut kembali
    2. Jayabhupati
      • Mengembangkan Hindu Waisnawa
    3. Rahyang Niskala Watu Kencana
      • Memindahkan pusat kerajaan dari Galuh ke Kawali
    4. Rahya Dewa Niskala
    5. Sri Baduga Maharaja
      • Perang dengan Majapahit (perang Bubat)
      • Wafat dalam perang
    6. Hyang Bunisora
      • Pengasuh putra mahkota Wastu Kencana
      • Disebut juga Prabu Guru Dewataprani (menurut prasasti Batu Tulis)
    7. Wastu Kencana
    8. Tohaan
    9. Sang Ratu Jayadewata
      • Diperkirakan telah terdapat penduduk beragama Islam (menurut catatan Tome Pires)
      • Meminta bantuan Portugis untuk melawan Demak
    10. Ratu Samiam
      • Pada masanya, pelabuhan Sunda Kelapa berhasil direbut Faletehan dari Demak
    11. Prabu Ratu Dewata
      • Berusaha mempertahankan Pajajaran dari Maulana Hassanudi dan Maulana Yusuf (anak M.Hasanuddin) dari Banten
      • Tahun 1579 dikuasai Banten.
      • Orang Hindu Pajajaran yang tidak mau tunduk pada Islam, melarikan diri ke pedalaman, menjadi suku badui
    12. Ekonomi: digolongkan sesuai pekerjaannya; ada 6 pelabuhan penting sbg pusat ekonomi;beredar mata uang asing
    13. Sosial: telah dikenal system hidup bertingkat sesuai hierarki kerajaan
    14. Budaya dan AgamaHindu, Budha, kepercayaan asli

Majapahit

  • Sumber sejarah
    1. Candi Simping dan Candi Antahpura

Tempat penghormatan Raden Wijaya

  • Kitab Negarakertagama

Menyebutkan terjadinya beberapa pemberontakan di masa Tribuwanatunggadewi.

  • Awal terbentuk
    1. Awalnya merupakan tanah yang diberikan oleh Jayakatwang (Kediri) bagi Raden wijaya (menantu Kertanegara dari Singasari)
    2. Pada saat Singasari diserbu,Raden wijaya berhasil kabur dan meminta perlindungan pada Arya Wiraraja (Bupati Madura)
    3. Raden Wijaya membangun pemukiman di Desa Tarik, yang kemudian diberi nama daerah Majapahit
    4. Tahu 1292, armada Cina dating untuk menyerang Kertanegara (singasari), tapi Kertanegara sudah dibunuh Jayakatwang
    5. Raden Wijaya memanfaatkan situasi, dia masuk ke dalam pasukan Cina dan menyerang Jayakatwang di Kediri
    6. Setelah Jayakatwang kpasukan Cina berpesta. Pada saat ini dimanfaatkan Raden Wijaya untuk menyerang pasukan Cina tersebut.
    7. Raden Wijaya berhasil mengusir pasukan Cina kembali ke asalnya dan sejak saat itu kerajaan Majapahit dianggap sudah berdiri
  • Raja-raja
    1. Raden Wijaya
      • Terjadi pemberontakan Ranggalawe, Sora, dan Nambi. Semuanya dapat dipadamkan
      • Meninggal dan dihormati di 2 tempat: Candi Simping dan Candi Antahpura
    2. Jayanegara
      • Anak Raden Wijaya
      • Terjadi pemberontakan Nambi (sisa dari jaman Raden Wijaya), Kuti, dan Semi.
      • Diselamatkan oleh pasukan pengawal di bawah pimpinan Gajah Mada pada waktu pemberontakan Semi
      • Dibunuh anggota dharmawangsa bernama Tanca
    3. Bhre Kahuripan / Tribuanatunggadewi Jayawisnuwardhani
      • Adik dari Jayanegara
      • Suami: Cakradhara yang berkuasa di Singasari dengan gelar Kertawardhana
      • Terjadi beberapa pemberontaka, yang paling berbahaya: Sadeng dan Keta. Akhirnya dapat dipadamkan oleh Gajah Mada.
      • Pada masa ini, Gajah Mada melkaukan sumpah Palapa
    4. Hayam Wuruk
      • Memerintah sebagi raja, didampingi Gajah Mada sebagai Patih Hamangkubumi
      • Masa pemerintahannya adalah masa kejayaan
      • Wafatnya Gajah Mada merupakan titik tolak kemunduran Majapahit, dan keadaan memburuk ketika kemudian Hayam Wuruk juga wafat.
      • Memiliki putri bernama Kusumawardhani dan putra (bukan dari permaisuri) bernama Bhre Wirabhumi. Hak pemerintahan Majapahit dipegang oleh Kusumawardhani, tapi Wirabhumi diberi kekuasaan di daerah Blambangan
    5. Wikramawardhana
      • Menantu dari Hayam Wuruk, suami dari putri Kusumawardhani
      • Ketika Kusumawardhani meninggal, beralih menjadi pertapa
    6. Suhita
      • Anak dari Wikramawardhana
      • Ditunjuk menjadi ratu Majapahit oleh ayahnya Karen ayahnya menjadi pertapa
    7. Kemunduran
      • Terjadi perang antara keluarga Wirabhumi dan WikramawardhanaàPerang Paregreg
      • Perang berhentti ketika Bhre Wirabhumi terbunuh
      • Perang saudara ini melemahkan Majapahit, satu per satu wilayahnya melepaskan diri, tidak ada raja yang cukup kuat untuk megatur wilayah sedemikian luas.
      • Skitar tahun 1500 (sirna ilang kertaning bumi) Majapahit diperkirakan runtuh
    8. Ekonomi: pertanian: padi lada, dsb;pada masa Hayam Wuruk, kesejahteraan warga sangat diperhatikan
    9. Sosial:upeti digunakan untuk membuat sarana umum untuk kepentingan masyarakat; karena wilayahnya luas, system pemerintahannya harus kuat; terdapat dewan mentri
    10. Budaya dan Agama: Hindu-Budha, ada toleransi beragama; banyak kitab disusun oleh pujangga besar

Sekian penjabaran artikel diatas tentang Rangkuman Kerajaan Hindu Budha Di Indonesia Dan Peninggalannya semoga bisa bermanfaat untuk pembaca setia Pensil.Co.Id