Karya Seni Rupa 2 Dimensi Dan Contohnya (Bab 1) Lengkap 5/5 (1)

Diposting pada

Seni Rupa 2 Dimensi

Istilah “Seni Rupa” seringkali kalian jumpai baik dalam bentuk tulisan maupun diperbincangan secara lisan. Taukah kalian apa sebenarnya Seni Rupa itu?  Cobalah diskusikan dengan teman kalian di kelas pengertian dari kata “seni rupa”. Perhatikan kembali benda-benda di sekitar kalian, tunjukan benda apa saja yang termasuk karya seni rupa?


Berbagai karya seni rupa di sekeliling kita, memiliki banyak macam ragamnya. Walaupun demikian, karya seni rupa dapat di golongkan berdasarkan jenisnya dengan mengategorikan kesamaan karakteristik karya yang satu dengan yang lainnya. Dapatkah kalian membedakan karakterristik dasar karya seni rupa yang satu dengan yang lainnya? Pada bintang misalnya, pengglongan dapat di dasarkan pada jenis kelamin, ada jantan dan juga betina. Pada tumbuhan misalnya dapat di kategorikan berdasarkan fungsinya. Ada tumbuhan yang ditanam untuk dikonsumsi. Demikian juga dalam hal karya seni rupa, secara sederhana, kalian dapat membedakan berdasarkan bentuk (dimensi) maupun fungsinya.

Dimensi

Berdasarkan dimensinya, karya seni rupa du bagi dua yaitu, karya seni rupa dua dimensi yang mempunyai dua ukuran dan karya seni rupa tiga dimensi yang mempunyai tiga ukuran atau memiliki ruang. Tahukan kalian ukuran yang dimaksud dalam karya seni rupa dua dan tiga dimensi?

Fungsi

Berdasarkan fungsinya, karya seni rupa ada yang dibuat dengan pertimbangan utama untuk eenuhi fungsi praktis. Karya seni rupa semacam ini dikategorikan dalam jenis karya seni rupa terapan (applied art). Pembuatan karya seni (rupa) terapan ini umumnya melalui proses perancangan (desain).
Pertimbangan aspek-aspek kerupaan dalam karya seni terapan berfungsi untuk memindahkan bentuk dan tampilan sebuah benda serta meningkatan kenyamanan penggunanya. Tahukah kalian benda-benda apa saja yang ada di sekitar kalian yang dikategorikan sebagai karya seni rupa terapan? Sebaiknya da karya seni rupa yang di buat dengan tujuan untuk di nikmati keindahan dan keunikannya saja tanpa mempertimbangkan fungsi praktisnya. Karya seni rupa dengan kategori ini disebut karya seni rupa murni yang umumnya digunakan sebagai elemen estetis untuk “memperindah” ruangan atau tempat tertentu.

Karakteristik

Selain berdasarkan bentuk (dimensi) dan fungsinya. karya seni rupa juga di golongkan berdasarkan karakteristik media, teknik, bahan serta orientasi pembuatnya. Berdasarkan karakteristik ini kita mengenal berbagai jenis karya seni rupa seperti seni lukis, seni patung, seni grafis, seni kriya dan desain.

Unsur Dan Obyek Karya Seni Rupa

Seorang perupa (seniman, desainer, kriyawan, perajin, dsb.) mengolah unsur-unsur seni rupa fisik dan non fisik  sesuai dengan keterampilan dan kepekaan yang dimilikinya dalam mewujudkan sebuah karya seni rupa. Dalam sebuah seni rupa, unsur fisik dapat secara langsung di lihat dan atau diraba sedangkan unsur non fisik adalah prinsip atau kaidah-kaidah umum yang digunakan untuk menempatkan unsur-unsur fisik dalam sebuah karya seni.
Unsur-unsur fisik dalam karya seni rupa pada dasarnya meliputi semua unsur visual yang terdapat dalam sebuah benda. Dengan demikian pengamatan terhadap usur-unsur visual pada karya seni rupa ini tidak berada dengan pengamatan terhadap benda-benda yang ada di sekeliling kalian.
Cermati kembali paparan singkat tentang unsur-unsur rupa berikut ini:

Garis (line)

Gaaris adalah unsur fisikk yang mendasar dan penting dalam mewujudkan sebuah karya seni rupa. Garis memiliki dimensi memanjang dan mempunyai arah serta sifat-sifat khusus seperti: pendek, panjang, vertikal, horizontal, lurus, melengkung, berombak, dan seterusnya.
Garis juga dapat anda gunakan untuk mengomunikasikan gagasan dan mengekspresikan diri. Garis tebal tegal lurus misalnya dapat memebrikan kesan kuat dan tegas, sedangkan garis tipis melengkung, memberikan kesan lemah dan ringkih. Karakter garis yang di hasilkan oleh alat yang berada akan menghasilkan karakter garis yang dihasilkan oleh alat yang berbeda akan menghasilkan karakter yang berbeda pula. Coba bandingkan karakter garis yang dihasilkan oleh jejak spidol pada kertas dan jejak arang pada kertas. Bandingkan pula jejak gari yang dibuat dengan ballpoint dan pensil. Buatlah berbagai bentuk garis, kemudian cobalah untuk merasakan kesan dari garis-garis yang kalian buat tersebut.

Raut (Bidang dan Bentuk)

Unsur rupa lainnya adalah “raut” yang merupakan tampak, potongan atau wujud dari suatu objek. Istilah “bidang” umumnya digunakan untuk menunjukan wujud benda yang cenderung pipih atau datar, sedangkan “bangun” atau “bentuk” lebih menunjukan kepada wujud benda yang memiliki volume (mass). Perhatikan gambar di samping dan di bawah ini. tuunjukanlah mana unsur “bidang” dan mana unsur “bentuk” atau “bangun” bagaimana kalian membedakan wujud “bangun” dan “bangun” atau “bentuk” dalam sebuah karya seni rupa dimensi.

Ruang

Unsur ruang dalam sebuah karya seni rupa 2 dimensi dari obyek yang terdapat pada karya seni rupa tersebut. Pada karya 2 dimensi kesan ruang dapat dihadirkan dalam karya dengan pengolahan unsur-unsur kerupaan lainnya seperti berbedaan internsitas warna, terang-gelap, atau menggunakan teknik menggambar perspektif untuk menciptakan ruang semu (khayal).

Tekstur

Terkstur atau barik adlah unsur rupa yang menunjukan kualitas taktis dari suatu permukaan atau penggambarkan tekstur permukaan suatu objek pada karya seni rupa. Berdasarkan wujudnya, tekstur dapat dibedakan atas tekstur asli dan tekstur buatan. Tekstur asli adalah perbedaan ketinggian permukaan objek yang nyata dan dapat diraba, sedangkan tekstur buatan adalah kesan permukaan objek yang timbul pada suatu bidang karena pengolahan unsur garis, warna, ruang, dan terang-gelap.

Warna

Warna adalah unsur rupa yang paling menarik perhatian. Menurut teori warna Brewster, semua warna yang ada berasal dari tiga warna pokok (primer) yaitu merah, kuning dan biru. Dalam berkarya seni rupa terdapat beberapa teknik penggunaan warna, yaitu secara harmonis,heraldis, murni, monokromatik dan polikkromatik. Cara penggunaan warna yang bagaimana yang paling kalian sukai? Jelaskan alasan kalian!

Gelap-Terang

Unsur gelap terang pada karya seni rupa timbul karena adanya perbedaan intensitas cahaya yang jauh pada permukaan benda. perbedaan ini menyebabkan munculnya tingkat nada warna (value) yang berbeda. Bagian yang karena cahaya akan lebih terang dan bagian yang kurang atau terkena cahaya akan tampak lebih gelap.

Medium, Bahan, dan Teknik

Sebelu melakukan kegiatan berkarya seni rupa 2 dimensi, sangat penting bagi anda untuk memiliki pengetahuan dan pemahaman berbagai alat, bahan, dan teknik yang biasa digunakan dalam praktek berkarya seni. Usaha untuk mengenal karakter bahan , alat, danteknik ini dengan baik hanya dapat anda lakukan dengan kegiatan praktek secara langsung. Cobalah melakukan kegiatan apresiasi karya seni rupa dengan pendekatan aplikatif. Dengan demikian, selain wawasan apresiasi anda semakin kaya, keterampilan anda dalam berkarya seni rupa juga akan lebih baik.

Medium dan Bahan Karya Seni Rupa

Bahan berkarya senii rupa adalah material habis pakai yang digunakan untuk mewujudkan karya seni rupa tersebut. Sesuai dengan keragaman jenis karya seni rupa, bahan untuk berkarya seni rupa ini juga banyak macam dan ragamnya, ada yang berfungsi sebagai bahan utama (medium) dan ada pula sebagai bahan penunjang. Sebagai contoh, pada umumnya perupa pembuat karya lukisan menggunakan kanvas dan cat sebagai bahan utamanya serta karya kayu dan paku sebagai bahan penunjang. Kayu digunakan sebagai bahan bingkai (spanram) untuk menempatkan kanvas dan paku untuk mengaitkan kanvas pada permukaan kayu bingkai tersebut.
Bahan untuk berkarya seni rupa dapat dikategrikan menjadi bahan alamidan bahan sitentis berdasarkan sumber bahan dan peroses pengolahannya. Bahan baku alami adalah material yang bahan dasarnya berasal dari alam. Bahan-bahan ini dapat digunakan secara langsung tanpa proses pengolahan secara kimiawi di pabrik atau industri terlebih dahulu. Adapun bahan baku olahan adalah bahan-bahan alam yang telah diolah melalui proses pabriksasi khusus. Berdasarkan sifat materialnya, bahan berkarya seni rupa ini dapat juga dikategorikan ke dalam bahan keras dan bahan lunak, bahaan cair dan bahan padat dan sebagainya.

Alat Berkarya Seni Rupa

Alat untuk berkarya seni rupa sangat banyak jenis dan ragamnya. Beberapa karya seni rupa bahan memiliki peralatan khusus yang tidak dipergunakan pada jenis karya lainnya. Tetapi juga ada alat atau bahan yang dipergunakan hampir disemua proses berkarya seni rupa. Alat-alat tulis (gambar) misalnya, adalah peralatan yang digunakan dalam proses pembuatan hampir seluruh jenis karya seni rupa, terutama saat membuat rancangan karya seni tersebut.
Dalam berkarya seni rupa dua dimensi setidaknya dikenal beberapa kategori alat utama untuk berkarya yaitu alat untuk membentuk, menggambar, dan mewarnai serta alat mencetak (menduplikasi), Seperti juga bahan, selain kategori alat utama tersebut. kita juga mengenal ata-alat bantu lainnya yaitu alat-alat yang diperuntukannya tidak secara khusus untuk kegiatan berkarya seni rupa tetapi sangat diperlukan dalam kegiatan berkarya seni rupa serti: alat potong (pisau dan gunting), alat pengering, alat pengukur, dan sebagainya. Alat-alat ini bersifat penunjang untuk memudahkan atau melancarkan proses pembuatan karya.
Karena kemajuan teknologi, saat ini senua fungsi alat yang dipergunakan dalam berkarya seni rupa relatif dapat dilakukan oleh komputer. walaupun demikian perlu disadari betul bahwa komputer hanyalah alat bantu. Karya seni bagaimanapun juga membutuhkan kepekaan rasa sulit dihasilkan oleh program komputer. Kepekaan rasa adalah kompetensi unik dan khas yang hanya dimiliki manusia, berberda antara satu orang dengan orang lainnya.

Teknik Berkarya Seni Rupa

Dalam membuat karya seni rupa murni atau terapan dibutuhkan keterampilan teknis menggunakan alat dan mengolah bahan untuk mewujudkan objek pada bidang garap. Sebagai contoh, unntuk mewujudkan sebagai objek dalam karya, lukisan, seorang perupa atau seniman lukis dituntut menguasai keterampilan teknis menggunakan alat (kuas) dan mengolah bahan (cat) pada kanvas (medium). Seorang penatung dituntut menguasai keterampilan teknis menggunakan alat memahat dan mengolah bahan kayu untuk mewujudkan karya seni patung.
Karya seni rupa ada juga yang dinamai berdasarkan teknik utama yang digunakan dalam pembautannya. Seni kriya Batik misalnya, menunjukkan jenis karya seni rupa yang dibuat dengan teknik membatik, begitu pula seni kriya anyam, untuk menamai jenis karya seni rupa yang dibuat dengan teknik menganyam.
Beragam jenis dan karakterisrik bahan yang digunakan dalam berkarya seni rupa memerlukan beragam alat dan teknik untuk mengolahnya. Suatu teknik berkarya seni rupa mungkin saja secara khusus digunakan sebagai teknik utama dalam mewujudkan satu jenis karya seni rupa tetapi mungkin  juga digunakan untuk mewujudkan jenis karya seni rupa lainnya.

Proses Berkarya Seni Rupa

Karya seni rupa dua dimensi tidak tercipta dengan sendirinya. Pembuatan karya seni rupa dua dimensi dilakukan melalui sebuah proses secara bertahap. Tahanpan dalam berkarya ini berbeda antara satu jenis karya dengan jenis karya lainnya mengukuti karakteristik bahan, teknik, alat dan medium yang digunakan untuk menwujudkan karya seni rupa tersebut.
Tahapan dalam berkarya seni rupa dua dimensi ini dimulai dari adanya motivasi untuk berkarya. Motivasi ini dapat berasal dari dalam diri maupun dari luar diri perupanya. Benda-benda kecil atau hal-hal sederhana dalam kehidupan kita sehari-hari dapat menjadi ide untuk berkarya seni rupa dua dimensi. Cobalah perhatipakn benda-benda dan peristiwa sehari-hari disekiktar anda kemudian kembangkan hasil pengamatan anda menjadi gagasan berkarya seni rupa. Pilihlah bahan, media , alat dan teknik yanga kalian kuasai dan ingin anda coba dan mlailah berkreasi menciptakan karya seni rupa.
Perharikan karya seni rupa dua dimensi gambar karikatur berikut ini ceritakan kembali langkah-langkah dalam proses berkarya seni rupa dua dimensi yang ditunjukan oleh gambar karikatur tersebut.

Berlatih Berkarya Seni Rupa 2 Dimensi

Amati karya seni rupa dua dimensi di atas, perhatikan obyek pada masing-masing karya tersebut. Kalian tentu dapat membedakan mana obyek mahluk hidup dan mana obyek benda mati. Kalian juga dapat mencoba mengidentifikasi bahan dan teknik yang digunakan untuk membuat karya tersebut. Sekarang cobalah berlatih untuk membuat karya seni rupa dengan melihat model benda mati dan mahluk hidup yang ada disekitar kalian. Mulailah dengan model yang bentuknya sederhana terlebih dahulu. Coba cermati kembali bagaimana unsur-unsur rupa dan perinsip-perinsip penataannya membentuk sebuah obyek dalam karya seni rupa. Jangan takut salah atau malu jika karya kalian tidak mirip dengan model yang kalian jadikan contoh.
Keindahan sebuah karya tidak hanya kemiripan bentuknya saja, tetapi kesungguhan dalam membaut karya tersebut akan menjadikan karya kalian unik dan menarik. Setiap manusia mempunyai karakter dan keunikan yang berbeda-beda, demikian juga dengan karya yang kalian buat. Cobalah berkali-kali menggunakan berbagai model, bahan, teknik dan medium yang berbeda-beda. Rasakan oleh kalian dan kemukakan obyek mana yang menurut kalian paling menarik, bahan, media, dan teknik apa yang kalian sukai. Jelaskan mengapa obyek tersebut menarik dan bahan, media serta teknik tersebut kalian sukai.
Sajikan karya kalian bersama-sama kemudian diskusikan bersama-sama berilah tanggapan tidak hanya pada karya yang kalian buat tetapi karya yang dibuat teman-teman yang lain.

Baca Juga:
Baca Juga :  Berlatih Dan Proses Berkarya Seni Rupa 2 Dimensi Serta Contohnya
Baca Juga :  Karya Seni Rupa 2 Dimensi (Medium, Bahan, Teknik) Dan Penjelasannya
Baca Juga :  Berlatih Dan Proses Berkarya Seni Rupa 2 Dimensi Serta Contohnya

Demikian Penjelasan Tentang Berkarya Seni Rupa 2 Dimensi (Bab 1) Lengkap Semoga Bermanfaat Untuk Semua Pembaca Pensil.Co.Id

Please rate this